Suara.com - Anggota Komisi Pemilihan Umum Viryan Aziz mengatakan pengurus Partai Hanura kemungkinan mendaftar menjadi calon peserta pemilu tahun 2019 ke KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).
"Dari pengurus partai menginformasikan kepada kita besok (ada) Partai Hanura. Kami masih menunggu kabar, tapi kemarin kami diinformasikan Partai Hanura yang awalnya (berniat datang) hari pertama, kemungkinan besok," kata Viryan di Media Center KPU, Rabu (4/9/2017), sore.
Viryan berharap pengurus partai membawa dokumen selengkap-lengkapnya karena petugas tidak akan menerima berkas yang belum lengkap.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Syarifuddin Sudding belum bisa memastikan apakah besok akan mendaftar ke KPU atau belum.
"Sejauh ini masih kami upayakan untuk melakukan pendaftaran lebih awal. Tapi waktunya kan masih panjang sampai 16 Oktober," kata Sudding.
Hanura, kata Suding, sudah melengkapi berkas administrasi.
"Sudah-sudah lengkap, sekarang kami nunggu timing-nya. Waktu yang tepat, waktu pendaftaran masih panjang," tuturnya
Sesuai dengan Tahapan Pelaksanaan Pemilihan Umum Tahun 2019, 3-16 Oktober 2017 merupakan masa pendaftaran bagi partai calon peserta pemilu.
Pendaftaran dan verifikasi partai berdasarkan Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pendaftaran, Verifikasi dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum tahun 2019.
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan hingga hari kedua pembukaan pendaftaran, KPU belum menerima satu pun partai yang mendaftar. Beberapa pengurus partai yang datang hanya untuk konsultasi.
"Sampai hari ini belum ada partai yang melakukan pendaftaran, tapi ada beberapa partai yang melakukan konsultasi. Misalnya kemarin ada partai Pemersatu bangsa, kemudian Partai Golkar kemudian satu lagi PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Mereka datang ke sini untuk melakukan konsultasi," ujar Arief di KPU.
Arief berharap partai yang mendaftar dapat memanfaatkan waktu pendaftaran yang diberikan KPU selama 14 hari. Ia meminta agar partai politik tidak mendaftar pada hari terakhir pendaftaran. (Handita Fajaresta)
Tag
Berita Terkait
-
Mengapa KPU Tak Verifikasi Keaslian Ijazah Jokowi Saat Pilpres 2014?
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Akhirnya Dirilis, Drama Berjilid-jilid Segera Berakhir?
-
Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Ini dia Penampakan Salinan Ijazah Jokowi Telegalisir dari KPU
-
Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar
-
Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital
-
Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu
-
Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI
-
Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam
-
Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump