Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPD PDI Perjuangan Bali, I Wayan Sudirta, memprediksi menjelang Pemilihan Presiden 2019 akan banyak isu yang dimainkan lawan politik calon yang nantinya akan diusung PDIP.
Kata Wayan, isu yang akan dimainkan diantaranya soal kemiskinan, Partai Komunis Indonesia, Cina, hingga Khalifah .
Ia yakin selama Presiden Joko Widodo, mantan gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih ada, khilafah tidak akan ada di tanah air.
"Selama Ahok dan Jokowi bergabung khilafah nggak akan ada, apalagi ditambah satu lagi Ibu Megawati. Kalau tiga orang ini bertahan, Pancasila dan NKRI bisa bertahan," ujar Wayan saat menjadi pembicara di acara “Ahok, The Untold Story About” di Fitzroy, Jalan Gunawarman 30, Jakarta Selatan, Senin (9/10/2017) malam.
Wayan mengatakan perbedaan pemimpin dan partai politik tidak dipermasalahkan di Indonesia. Tetapi, ia akan melawan jika ada pihak yang ingin mencoba ganti ideologi Pancasila.
"NKRI dan Pancasila membiarkan orang berbeda partai. Tapi kalau ada yang ganggu Pancasila mesti kita bersatu melawanya, termasuk khilafah itu," kata Wayan.
Mantan anggota tim kuasa hukum Ahok ini mengungkapkan, masyarakat harus tahu latar belakang calon pemimpin yang akan dipilih. Ia khawatir jika masyarakat salah memilih pemimpin akan berdampak negatif pada NKRI.
"Jika kita gagal memilih orang-orang yang Pancasilais, cinta NKRI, saya nggak tahu ke mana nasib bangsa ini ke depan. Kalau Jokowi nggak kepilih, saya nggak punya keyakinan menjaminya NKRI dan Pancasila," kata dia.
Berita Terkait
-
Ayah Bunga Zainal Meninggal, Ahok Kirim Karangan Bunga Duka Cita
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Reshuffle Kabinet Terkini, Kenapa Prabowo Pilih Senin Wage dan Tinggalkan Tradisi Rabu Pon Jokowi?
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing