News / Internasional
Selasa, 10 Oktober 2017 | 08:23 WIB
Seorang anak Palestina sedang mengumpulkan mainan di rumahnya setelah penghancuran rumah oleh buldozer Israel, 24 Desember 2003 [AFP]

Suara.com - Ribuan perempuan Palestina dan Israel bergandengan tangan, melakukan aksi jalan kaki melintasi gurun untuk mengampanyekan perdamaian serta penyelesaian konflik kedua komunitas yang telah berlangsung sejak berdekade-dekade silam.

Memakai baju serba putih, seperti dilansir Independent, Senin (9/10/2017), mereka juga menuntut kaum perempuan juga dilibatkan agar bisa segera menyelesaikan konflik yang berlarut-larut tersebut.

"Kami kaum perempuan dari golongan kanan dan kiri, Yahudi dan Arab, dari kota dan daerah pinggiran, dan kami memutuskan akan menyetop perang untuk selama-lamanya," kata Marilyn Smadja, aktivis Women Wage Peace yang mengorganisasikan aksi tersebut.

Mereka melakukan long march selama dua pekan dan puncaknya adalah pertemuan rekonsiliasi, di mana perempuan dan anak-anak membuat beragam simbol bertuliskan "damai sejahtera bagimu" dalam bahasa Hebrew dan Arabik.

Puncak aksi itu dilakukan di tenda besar yang mereka namakan "Hagar dan Sarah", merujuk nama ibu Ismail dan Ishak dalam patriarkat Islam dan Yahudi.

Women Wage Peace didirikan setelah 50 hari Perang Gaza pada 2014. Dalam perang itu, 2.100 warga sipil Palestina tewas. Sementara 67 tentara dan 6 warga sipil Israel mati.

Load More