Suara.com - Ribuan perempuan Palestina dan Israel bergandengan tangan, melakukan aksi jalan kaki melintasi gurun untuk mengampanyekan perdamaian serta penyelesaian konflik kedua komunitas yang telah berlangsung sejak berdekade-dekade silam.
Memakai baju serba putih, seperti dilansir Independent, Senin (9/10/2017), mereka juga menuntut kaum perempuan juga dilibatkan agar bisa segera menyelesaikan konflik yang berlarut-larut tersebut.
"Kami kaum perempuan dari golongan kanan dan kiri, Yahudi dan Arab, dari kota dan daerah pinggiran, dan kami memutuskan akan menyetop perang untuk selama-lamanya," kata Marilyn Smadja, aktivis Women Wage Peace yang mengorganisasikan aksi tersebut.
Mereka melakukan long march selama dua pekan dan puncaknya adalah pertemuan rekonsiliasi, di mana perempuan dan anak-anak membuat beragam simbol bertuliskan "damai sejahtera bagimu" dalam bahasa Hebrew dan Arabik.
Puncak aksi itu dilakukan di tenda besar yang mereka namakan "Hagar dan Sarah", merujuk nama ibu Ismail dan Ishak dalam patriarkat Islam dan Yahudi.
Women Wage Peace didirikan setelah 50 hari Perang Gaza pada 2014. Dalam perang itu, 2.100 warga sipil Palestina tewas. Sementara 67 tentara dan 6 warga sipil Israel mati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai