Suara.com - Eggi Sudjana bersama tim kuasa hukum mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.
Ia meminta sejumlah orang yang melaporkan dirinya ke polisi, sudi mencabut laporan terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian.
Dirinya sebelumnya dilaporkan sejumlah orang ke Bareskrim maupun Polda Metro Jaya terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian.
"Saya tidak berkeliru, saya sangat jelas. Kalianlah yang justru keliru (para pelopor), gagal paham dengan apa yang saya sampaikan. Jadi untuk ini, saya mohon diklarifikasi, Saya minta kalian yang sudah melapor, sudahlah saya maafkan. Cabutlah laporannya," kata Eggi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2017).
Eggi menegaskan, bila para pelapor tidak mencabut laporannya, dirinya akan melaporkan balik.
"Tapi kalau kalian tidak cabut laporannya, saya lapor balik, itu intinya. Saya tak mau ribut, saya menjaga persatuan Indonesia, saya tidak mau ribut untuk hal-hal yang begini. Saya mau bicara kebenaran. Dimohon jangan ada yang dipelintir-pelintir," klaim Eggi.
Pelapor Eggi ke Bareskrim Polri adalah organisasi Pemuda Hindu Indonesia. Sebabnya, Eggi menyatakan hanya pemeluk agama Islam yang sesuai dengan Pancasila.
Eggi juga menyebutkan kalau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Massa disetujui, maka agama selain Islam harus dibubarkan.
Baca Juga: Kasus BLBI Rugikan Rp4,8 Triliun, KPK Periksa Direktur PT TSI
Laporan atas nama Eggi itu tertuang dalam surat nomor LP/1016/2017/Bareskrim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri