Lenis Kogoya [suara.com/Erick Tanjung]
Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua Lenis Kogoya menyarankan Polda Metro Jaya untuk membebaskan 11 warga Tolikara, Papua, yang menjadi tersangka kasus perusakan fasilitas kantor Kementerian Dalam Negeri. Kalau mereka ditahan, bisa meningkatkan konflik di Tolikara.
"Saya sarankan mereka (11 warga Tolikara) yang ditahan di Polda lebih baik dibebaskan dan disuruh pulang saja," kata Lenis di kantornya, Jalan Veteran III Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).
Sebelas warga Tolikara yang ditahan Polda Metro Jaya merupakan anggota Barisan Merah Putih Tolikara. Mereka pendukung calon bupati dan wakil bupati Tolikara, Papua, John Tabo- Barnabas Weya, yang kalah di panggung pilkada. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 406 KUHP. Massa marah karena Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak menemui mereka untuk mendengarkan aspirasi.
Sengketa pilkada Tolikara sekarang belum rampung. Sengketa tersebut masih ditangani Mahkamah Konstitusi.
Lenis dapat memastikan tindakan warga Tolikara merusak kantor Kemendagri hanya spontanitas.
"Jadi itu budayanya (kalau nggak diterima marah-marah), aksi itu bukan terencana, itu spontan saja," ujar dia.
Dia membantah ada aktor yang sengaja memprovokasi warga untuk melakukan penyerangan kantor kemendagri, seperti yang disampaikan mendagri. Menurut Lenis tipikal orang Papua memang mudah tersulut amarah jika aspirasinya tak ditanggapi.
Lenis mengaku juga sering didatangani warga dari negeri ujung timur Indonesia.
"Orang-orang Papua datang ke sini ditemui staf saya mereka juga sama akan marah-marah kalau tidak bertemu saya secara langsung. Mereka tidak mau hanya diterima oleh staf saya," kata dia.
"Mereka itu ingin diterima dengan baik, setelah selesai pembahasan baru mereka pulang. Jadi kalau terima orang Papua penanganannya beda, harus betul-betul melihat budayanya," Lenis menambahkan.
"Saya sarankan mereka (11 warga Tolikara) yang ditahan di Polda lebih baik dibebaskan dan disuruh pulang saja," kata Lenis di kantornya, Jalan Veteran III Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).
Sebelas warga Tolikara yang ditahan Polda Metro Jaya merupakan anggota Barisan Merah Putih Tolikara. Mereka pendukung calon bupati dan wakil bupati Tolikara, Papua, John Tabo- Barnabas Weya, yang kalah di panggung pilkada. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 406 KUHP. Massa marah karena Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak menemui mereka untuk mendengarkan aspirasi.
Sengketa pilkada Tolikara sekarang belum rampung. Sengketa tersebut masih ditangani Mahkamah Konstitusi.
Lenis dapat memastikan tindakan warga Tolikara merusak kantor Kemendagri hanya spontanitas.
"Jadi itu budayanya (kalau nggak diterima marah-marah), aksi itu bukan terencana, itu spontan saja," ujar dia.
Dia membantah ada aktor yang sengaja memprovokasi warga untuk melakukan penyerangan kantor kemendagri, seperti yang disampaikan mendagri. Menurut Lenis tipikal orang Papua memang mudah tersulut amarah jika aspirasinya tak ditanggapi.
Lenis mengaku juga sering didatangani warga dari negeri ujung timur Indonesia.
"Orang-orang Papua datang ke sini ditemui staf saya mereka juga sama akan marah-marah kalau tidak bertemu saya secara langsung. Mereka tidak mau hanya diterima oleh staf saya," kata dia.
"Mereka itu ingin diterima dengan baik, setelah selesai pembahasan baru mereka pulang. Jadi kalau terima orang Papua penanganannya beda, harus betul-betul melihat budayanya," Lenis menambahkan.
Komentar
Berita Terkait
-
Tragedi Tolikara, DPR Desak Pemerintah Jamin Nyawa Warga Sipil di Papua
-
Ma'ruf Amin 6 Kali Ngantor di Papua, Gibran Batal karena 'Ada Agenda yang Tak Bisa Ditinggalkan'
-
Cek Fakta: Makan Bergizi Gratis di Papua Mengandung Racun dan Genosida
-
Rekam Jejak Lenis Kogoya, Tokoh Papua yang Diangkat Jadi Stafsus Kemenhan
-
Geram Gegara Gelagapan di Sidang, Hakim MK Semprot Kubu Cagub-Cawagub Tolikara: Kuasa Hukum kok Gak Ngerti?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok