Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/8).
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melakukan diplomasi maraton dalam lima pekan terakhir. Retno melakukan diplomasi ke Myanmar dan Bangladesh untuk membahas perkembangan kasus kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine.
"Selama pertemuan saya kepada Myanmar, Indonesia mengusulkan rumusan 4+1," kata Retno di dalam Conference on Religion Journalism yang digelar The International Association of Religion Journalists, Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, dan UMN di Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Tangerang, Bamten, Selasa (17/10/2017).
Selain itu, Retno juga ke New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB selama 10 hari. Ada 115 pertemuan yang dia hadiri. Sebagian dari pertemuan membahas dialog antar umat beragama.
"Selain itu perkembangan yang terjadi di Rakhine. Dari NY saya pertemuan di Tunisia untuk membicarakan lanjutan Forum Demokrasi di Bali beberapa waktu lali. Saya dengan rekan saya di Afrika, kami bertukar pikiran soal demokrasi," kata dia.
Dalam pertemuan-pertemuan itu, Retno mempromosikan hubungan antara demokrasi dan Islam. Menurutnya demokrasi dan Islam bisa berjalan seirama.
"Demokrasi dengan Islam saling cocok dan bisa berjalan," kata Retno.
"Jadi bukan hal kebetulan dialog antar umat beragama dan kebebasan beragama menjadi sorotan dalam kunjungan saya akhir-akhir ini," kata dia.
Menurut dia saat ini dunia tengah dilanda kekhawatiran soal akan menguatnya kelompok ekstrimis yang mengarah pada aksi terorisme. Tindakan intoleransi akan mengancam.
"Terutama keterhubungan keliru antara Islam dan ekstrimisme kekerasan, bahkan terorisme," kata dia.
Selain itu, akan banyaknya penyalahgunaan ajaran agama untuk tujuan tidak manusiawi. Ancaman lain, media sosial bisa digunakan untuk menyebarkan hoax.
"Agar tak terjadi, media harus mempromosikan ke masyarakat tentang pola pikir berdamai," kata dia. [Pebriansyah Ariefana/Julistania Arnando]
"Selama pertemuan saya kepada Myanmar, Indonesia mengusulkan rumusan 4+1," kata Retno di dalam Conference on Religion Journalism yang digelar The International Association of Religion Journalists, Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, dan UMN di Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Tangerang, Bamten, Selasa (17/10/2017).
Selain itu, Retno juga ke New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB selama 10 hari. Ada 115 pertemuan yang dia hadiri. Sebagian dari pertemuan membahas dialog antar umat beragama.
"Selain itu perkembangan yang terjadi di Rakhine. Dari NY saya pertemuan di Tunisia untuk membicarakan lanjutan Forum Demokrasi di Bali beberapa waktu lali. Saya dengan rekan saya di Afrika, kami bertukar pikiran soal demokrasi," kata dia.
Dalam pertemuan-pertemuan itu, Retno mempromosikan hubungan antara demokrasi dan Islam. Menurutnya demokrasi dan Islam bisa berjalan seirama.
"Demokrasi dengan Islam saling cocok dan bisa berjalan," kata Retno.
"Jadi bukan hal kebetulan dialog antar umat beragama dan kebebasan beragama menjadi sorotan dalam kunjungan saya akhir-akhir ini," kata dia.
Menurut dia saat ini dunia tengah dilanda kekhawatiran soal akan menguatnya kelompok ekstrimis yang mengarah pada aksi terorisme. Tindakan intoleransi akan mengancam.
"Terutama keterhubungan keliru antara Islam dan ekstrimisme kekerasan, bahkan terorisme," kata dia.
Selain itu, akan banyaknya penyalahgunaan ajaran agama untuk tujuan tidak manusiawi. Ancaman lain, media sosial bisa digunakan untuk menyebarkan hoax.
"Agar tak terjadi, media harus mempromosikan ke masyarakat tentang pola pikir berdamai," kata dia. [Pebriansyah Ariefana/Julistania Arnando]
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Di Balik Jeruji Besi: Nasib Tragis Ratusan Pengungsi Rohingya di Penjara Bangladesh
-
Ini Alasan Warga Aceh Tidak Ingin Menerima Pengungsi Rohingya
-
Puluhan Pengungsi Etnis Rohingya Dipindahkan dari Gedung PMI ke Kantor Bupati Aceh Barat, Mengapa?
-
Masa Depan Pengungsi Rohingya di Tanah Rencong, Sempat Ditolak Dua Kali Warga
-
Asal-usul Pengungsi Rohingya: Alami Persekusi di Myanmar dan Ditolak di Aceh
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek