News / Nasional
Jum'at, 20 Oktober 2017 | 18:32 WIB
Mantan supir PT. Pertamina Patra Niaga [suara.com/Welly Hidayat]
Puluhan mantan supir PT. Pertamina Patra Niaga yang berdandan ala zombie ikut demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jumat (20/10/2017). Mereka mengambil momentum tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Mantan supir yang tergabung dalam Awak Mobil Tangki Pertamina sebelumnya berjalan kaki dari Bandung, Jawa Barat. Mereka butuh waktu delapan hari untuk sampai Jakarta. Sebelum ke depan Istana, mereka terlebih dahulu mampir di YLBHI.

"Kami sebanyak 50 orang berjalan kaki dari Gedung Sate, Bandung sampai Jakarta selama delapan hari. Alhamdulillah kami selamat semua sampai sini," kata Koordinator aksi, Heri Sugiri.
 


Penampilan mereka tak lazim. Wajah dicat berwarna merah, seragam perusahaan yang mereka pakai robek - robek. Itu semua bukan tanpa makna.

"Kami menyebut seperti zombie dengan pakaian ini bentuk perlawanan kami memberi kritik kepada pemerintah yang tidak berpihak kepada kami," ujar Heri.

Heri bercerita selama perjalanan, sempat dihentikan anggota polisi di Bekasi.
 


"Kami sempat dihadang untuk berhenti. Nggak boleh terusin jalan kaki. katanya di Bekasi nggak boleh jalan kaki bergerombol," kata Heri.

Heri pun bernegosiasi dengan kepolisian agar diizinkan melanjutkan long march ke Ibu Kota.

"Negosiasi kami tetap nggak boleh jalan. Kami akhirnya kucing - kucingan kami, menyebar 10 orang jalan dulu yang lain nyusul. Akhirnya mereka tertipu dengan strategi kami," kata Heri.
 
Heri mengatakan selama delapan hari berjalan kaki, mereka dibantu aliansi serikat buruh lain.

"Kami alhamdulillah dapat istirahat dibantu oleh warga dan teman buruh yang kami singgahi setiap istirahat. Mereka kasih makan dan tempat tinggal," kata Heri.

Heri dan kawan-kawan berharap perjuangannya ini membuahkan hasil. DIa berharap bisa dipekerjakan kembali.

Heri sudah tiga tahun menjadi AMT Pertamina dan diputus kontrak oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara pada bulan Maret 2017.

"Harapan ya kami dapat kembali bekerja. Angkat kami sebagai karyawan. Ini kami di pecat alasan kami katanya karena tidak lulus seleksi. Pemberitahuannya pun hanya lewat SMS, tidak ada pesangon sama sekali," ujar Heri.

Load More