Mantan supir PT. Pertamina Patra Niaga [suara.com/Welly Hidayat]
Puluhan mantan supir PT. Pertamina Patra Niaga yang berdandan ala zombie ikut demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jumat (20/10/2017). Mereka mengambil momentum tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Mantan supir yang tergabung dalam Awak Mobil Tangki Pertamina sebelumnya berjalan kaki dari Bandung, Jawa Barat. Mereka butuh waktu delapan hari untuk sampai Jakarta. Sebelum ke depan Istana, mereka terlebih dahulu mampir di YLBHI.
"Kami sebanyak 50 orang berjalan kaki dari Gedung Sate, Bandung sampai Jakarta selama delapan hari. Alhamdulillah kami selamat semua sampai sini," kata Koordinator aksi, Heri Sugiri.
Mantan supir yang tergabung dalam Awak Mobil Tangki Pertamina sebelumnya berjalan kaki dari Bandung, Jawa Barat. Mereka butuh waktu delapan hari untuk sampai Jakarta. Sebelum ke depan Istana, mereka terlebih dahulu mampir di YLBHI.
"Kami sebanyak 50 orang berjalan kaki dari Gedung Sate, Bandung sampai Jakarta selama delapan hari. Alhamdulillah kami selamat semua sampai sini," kata Koordinator aksi, Heri Sugiri.
Penampilan mereka tak lazim. Wajah dicat berwarna merah, seragam perusahaan yang mereka pakai robek - robek. Itu semua bukan tanpa makna.
"Kami menyebut seperti zombie dengan pakaian ini bentuk perlawanan kami memberi kritik kepada pemerintah yang tidak berpihak kepada kami," ujar Heri.
Heri bercerita selama perjalanan, sempat dihentikan anggota polisi di Bekasi.
"Kami sempat dihadang untuk berhenti. Nggak boleh terusin jalan kaki. katanya di Bekasi nggak boleh jalan kaki bergerombol," kata Heri.
Heri pun bernegosiasi dengan kepolisian agar diizinkan melanjutkan long march ke Ibu Kota.
"Negosiasi kami tetap nggak boleh jalan. Kami akhirnya kucing - kucingan kami, menyebar 10 orang jalan dulu yang lain nyusul. Akhirnya mereka tertipu dengan strategi kami," kata Heri.
Heri mengatakan selama delapan hari berjalan kaki, mereka dibantu aliansi serikat buruh lain.
"Kami alhamdulillah dapat istirahat dibantu oleh warga dan teman buruh yang kami singgahi setiap istirahat. Mereka kasih makan dan tempat tinggal," kata Heri.
Heri dan kawan-kawan berharap perjuangannya ini membuahkan hasil. DIa berharap bisa dipekerjakan kembali.
Heri sudah tiga tahun menjadi AMT Pertamina dan diputus kontrak oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara pada bulan Maret 2017.
"Harapan ya kami dapat kembali bekerja. Angkat kami sebagai karyawan. Ini kami di pecat alasan kami katanya karena tidak lulus seleksi. Pemberitahuannya pun hanya lewat SMS, tidak ada pesangon sama sekali," ujar Heri.
"Kami alhamdulillah dapat istirahat dibantu oleh warga dan teman buruh yang kami singgahi setiap istirahat. Mereka kasih makan dan tempat tinggal," kata Heri.
Heri dan kawan-kawan berharap perjuangannya ini membuahkan hasil. DIa berharap bisa dipekerjakan kembali.
Heri sudah tiga tahun menjadi AMT Pertamina dan diputus kontrak oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara pada bulan Maret 2017.
"Harapan ya kami dapat kembali bekerja. Angkat kami sebagai karyawan. Ini kami di pecat alasan kami katanya karena tidak lulus seleksi. Pemberitahuannya pun hanya lewat SMS, tidak ada pesangon sama sekali," ujar Heri.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor
-
Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade
-
BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga