Suara.com - Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno memastikan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana pada Kamis (26/10/2017) tidak membahas kelanjutan proyek reklamasi Teluk Jakarta.
“Belum ada sama sekali pembahasan tentang proyek reklamasi baik dengan Presiden atau Wakil Presiden,” kata Sandiaga di DPD Partai Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/10/2017).
Sandiaga mengatakan topik utama yang dibahas dalam pertemuan Kamis itu tentang persiapan infrastruktur penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta.
“Isu strategis yang diangkat adalah masalah persiapan Asian Games 2018, infrastruktur, MRT, LRT, dan pembangunan yang terkait dengan banjir," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kata Sandiaga, Jusuf Kalla berpesan kepada Anies Baswedan dan Sandiaga untuk menyelesaikan perbaikan trotoar di Jakarta.
“Jadi minta trotoar itu diperbaiki. Saya sempat tanya kepada Bapak Jokowi dan Pak JK hanya ini saja? Beliau berdua menjawab iya hanya itu saja fokusnya," kata Sandiaga.
Final
Sandiaga menegaskan tak berubah sikap tetap menolak proyek reklamasi Teluk Jakarta.
“Kami jelaskan, kami ambil posisi untuk hentikan reklamasi, itu final. Itu sudah tertera jelas direncana kerja. Itu sekaligus memberi kepastian hukum kepada pengusaha," kata Sandiaga.
Sandiaga mengatakan keputusan menolak reklamasi merupakan mandat rakyat Jakarta.
Sandiaga kemudian meminta semua pihak untuk sama-sama menjalankan mandat masyarakat.
“Mari kita mendata kembali proyek reklamasi ini secara transparan, terbuka dan berkeadilan,” ujar Sandiaga.
Penghentian proyek reklamasi merupakan salah satu janji Anies Baswedan dan Sandiaga ketika masih kampanye.
Moratorium penghentian sementara proyek reklamasi telah dicabut pemerintah. Artinya, proyek bisa kembali dilanjutkan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mempersilakan Anies dan Sandiaga jika ingin menghentikan proyek reklamasi.
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas
-
Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat
-
Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional