- Sebuah tangkapan layar berisi unggahan provokatif Donald Trump terhadap masyarakat Indonesia beredar luas di media sosial sejak 9 April 2026.
- Gambar tersebut mengklaim Trump mencibir sikap Indonesia terkait dukungan terhadap Iran melalui unggahan di platform media sosial Truth Social.
- Hasil penelusuran membuktikan gambar itu adalah hoaks dan manipulasi dari unggahan asli Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Suara.com - Beredar gambar hasil tangakapan layar atau screenshot diklaim sebagai unggahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memprovokasi masyarakat Indonesia karena mendukung Iran.
Dalam gambar yang beredar di media-media sosial Indonesia, Rabu (9/4/2026), disebutkan itu adalah hasil tangkapan layar unggahan Trump di Truth Social.
Isinya, seolah-olah Trump tengah menyoroti mayoritas Muslim Indonesia yang beraliran Sunni, sikap mereka terhadap muslim Syiah, hingga dukungan terhadap Iran.
Dengan nada yang sangat menghakimi, tulisan tersebut menyebut Indonesia "munafik" dalam menyikapi perseteruan antara AS-Israel melawan Iran.
Dalam gambar itu tertera kalimat yang mengatasnamakan Donald J Trump sebagai berikut:
"Most Indonesians are Sunni, right? And for YEARS, you heard nonstop about how Shia was "wrong,” "dangerous," all of it-BIG campaigns, big talk. Everyone shouting. And now? Suddenly they're SUPPORTING the Shia regime in Iran-just because the enemy is Israel and America. AMAZING how that works! Total flip. No consistency, no principle-just politics. Say one thing yesterday, do the COMPLETE OPPOSITE today. Very convincing... NOT! HYPOCRISY at a whole different level. SAD!! PRESIDENT DONALD J. TRUMP."
Terjemahannya:
"Sebagian besar orang Indonesia beragama Sunni, kan? Dan selama bertahun-tahun, Anda terus-menerus mendengar tentang bagaimana Syiah itu "salah," "berbahaya," dan sebagainya—kampanye besar, omong besar. Semua orang berteriak. Dan sekarang? Tiba-tiba mereka MENDUKUNG rezim Syiah di Iran—hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika. Luar biasa bagaimana hal itu bisa terjadi! Perubahan total. Tidak ada konsistensi, tidak ada prinsip—hanya politik. Kemarin mengatakan sesuatu, hari ini melakukan hal yang SAMA SEKALI BERLAWANAN. Sangat meyakinkan... TIDAK! KEMUNAFAKAN pada tingkat yang berbeda. MENYEDIHKAN!! PRESIDEN DONALD J. TRUMP."
Gambar hoaks
Baca Juga: Kronologi AS-Iran Kembali Memanas Gegara Ulah Israel, Gencatan Senjata Gagal?
Redaksi Suara.com menelusuri fakta terhadap gambar tersebut. Kami membuka akun Truth Social milik Donald Trump, tapi tak mendapati adanya unggahan itu.
Silakan cek di sini.
Dalam sepekan terakhir, tulisan yang diunggah akun Trump di media sosial itu hanya sekitar peperangan melawan Iran. Tak ada satu pun unggahannya yang terkait Indonesia.
Redaksi Suara.com juga memakai alat Google Lens untuk menelusuri gambar yang tengah beredar tersebut.
Hasilnya, gambar yang beredar itu adalah hasil manipulasi dari unggahan Donald Trump yang menjelaskan terjadinya kesepakatan gencatan bersenjata dengan Republik Islam Iran.
Kesimpulan
Dengan demikian, bisa disimpulkan gambar unggahan Donald Trump di Truth Social yang mencibir masyarakat Indonesia serta memprovokasi perpecahan tersebut adalah hoaks.
Berita Terkait
-
Kronologi AS-Iran Kembali Memanas Gegara Ulah Israel, Gencatan Senjata Gagal?
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran
-
DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS
-
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
-
Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia