ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]
Ketua Bidang Hukum Partai Golkar Rudi Alfonso tidak tahu kenapa Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dua kali tidak memenuhi panggilan pengadilan untuk menjadi saksi terdakwa Andi Agustnus alias Andi Narogong. Andi Narogong merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik tahun 2011-2013.
"Saya kan bukan kuasa hukumnya beliau. Anda tanya dong sama yang mendampingi beliau. Jangan tanya saya mengenai itu (mengapa Novanto tidak hadir)," kata Rudi usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (1/11/2017).
Rudi mengatakan Novanto sudah menunjuk tim kuasa hukum sendiri.
"Memang ketua bidang hukum ngurusin sampai ke hal pribadi? Kan dia sudah menunjuk kuasa hukumnya. Kita nggak boleh loh ikut campur," kata dia.
Dia menegaskan terkait kasus hukum yang dihadapi Novanto tidak pernah disampaikan kepada bidang hukum partai. Dia mengatakan partai akan siap jika diminta oleh Novanto.
"Nggak (ada permintaan). Yang urusan beliau, urusan itu (e-KTP) dia nggak ke saya. Beliau punya (kuasa hukum sendiri). Ya, tapi kalau beliau minta, ya kita dampingi, tapi sampai sekarang belum tuh," kata Rudi.
Rudi menekankan tak punya kedekatan khusus dengan Novanto. Kedekatan mereka bersifat profesional.
"Ya beliau ketua umum saya ketua bidang hukum. Sudahlah, sama," kata Rudi.
Pada panggilan pertama, Novanto tidak hadir dengan alasan masih dalam proses pemulihan usai dirawat di rumah sakit. Sementara pada panggilan kedua, Novanto beralasan sedang mengikuti acara kenermgaraan dan hari ulang tahun Partai Golkar di Cirebon, Jawa Barat.
"Saya kan bukan kuasa hukumnya beliau. Anda tanya dong sama yang mendampingi beliau. Jangan tanya saya mengenai itu (mengapa Novanto tidak hadir)," kata Rudi usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (1/11/2017).
Rudi mengatakan Novanto sudah menunjuk tim kuasa hukum sendiri.
"Memang ketua bidang hukum ngurusin sampai ke hal pribadi? Kan dia sudah menunjuk kuasa hukumnya. Kita nggak boleh loh ikut campur," kata dia.
Dia menegaskan terkait kasus hukum yang dihadapi Novanto tidak pernah disampaikan kepada bidang hukum partai. Dia mengatakan partai akan siap jika diminta oleh Novanto.
"Nggak (ada permintaan). Yang urusan beliau, urusan itu (e-KTP) dia nggak ke saya. Beliau punya (kuasa hukum sendiri). Ya, tapi kalau beliau minta, ya kita dampingi, tapi sampai sekarang belum tuh," kata Rudi.
Rudi menekankan tak punya kedekatan khusus dengan Novanto. Kedekatan mereka bersifat profesional.
"Ya beliau ketua umum saya ketua bidang hukum. Sudahlah, sama," kata Rudi.
Pada panggilan pertama, Novanto tidak hadir dengan alasan masih dalam proses pemulihan usai dirawat di rumah sakit. Sementara pada panggilan kedua, Novanto beralasan sedang mengikuti acara kenermgaraan dan hari ulang tahun Partai Golkar di Cirebon, Jawa Barat.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Tetap Berstatus Kader, Golkar Senang Setnov Bebas: Secara Prosedur Semuanya Memenuhi Syarat
-
Blak-blakan! Ketua KPK Sebut Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Kurang Adil, Kenapa?
-
Setya Novanto Hirup Udara Bebas: Preseden Buruk Bagi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
-
Setya Novanto Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Dosa Korupsi E-KTP: Itu Kejahatan Serius!
-
KPK Tegaskan Penangguhan Penahanan Paulus Tannos Belum Dikabulkan Pengadilan Singapura
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus
-
Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
-
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental
-
Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0
-
BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud
-
Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!
-
Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026
-
Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!
-
Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja