Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia menggelar uji kelayakan bakal calon anggota legislatif DPR RI di kantor PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu (4/11/2017). Uji kelayakan tersebut akan berlangsung selama tiga minggu.
Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, sebanyak 90 orang bakal calon legislatif yang mengikuti proses seleksi uji kelayakan bakal caleg DPR dari PSI pada Sabtu-Minggu (4-5 November 2017).
"Penjurian terhadap semua caleg DPR RI gelombang 1, total pendaftaran ada sekitar 1000 untuk DPR tingkat 1 dan tingkat 2, untuk DPR RI ada 200 orang. Dan ini akan berlangsung selama 3 minggu. Hari ini kurang lebih 50 orang, atau 40 orang (yang ikut uji kelayakan)," ujar Grace.
Proses pengujian ini, PSI mengundang sejumlah tokoh yang menjadi panelis uji kelayakan.
Adapun tokoh yang menjadi panelis pada hari ini yakni Pakar Politik Djayadi Hanan, Dosen Politik Universitas Indonesia Sri Budi Eko Wardani, Suci Mayang Sari, Grace Natalie, Mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto, mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia Hamdi Muluk, aktivis dan mantan Komisioner Komnas Perempuan Neng Dara Affiah, dan Raja Juliantoni.
Grace memiliki alasan mengundang para tokoh dalam proses pengujian tersebut.
"Kenapa karena proses seleksi bukan internal partai tapi kami mengundang tokoh-tokoh masyarakat yang kredibel di bidangnya masing-masing. Panita seleksi independen dan merekalah yang akan mengadakan wawancara," jelasnya.
Uji kelayakan tersebut juga dilakukan secara terbuka, tambahnya, dengan alasan agar publik mengetahui kompetensi para calegnya yang akan dipilih mewakil rakyat.
Pasalnya, kata Grace, bakal caleg DPR tersebut nantinya bertugas membuat undang-undang.
Baca Juga: Kalahkan PSI, PDIP Jadi Partai Terpopuler di Generasi Milenial
"Ini menjadi ajang transaksional nggak ada uji kompetensi ini berdasarkan berani bayar, dan orang-orang ini nanti bertanggung jawab memuat legislasi undang-undang aturan yang berlaku untuk 250 juta orang jadi harus transparan. Agar tahu betul siapa yang maju, meski partai ada kewenangan tapi nggak sembarangan. Dengan adanya transparansi, memaksa semua pihak untuk bersikap fair, objektif dan meningkatkan kualitas," tutur Grace.
Dia menjelaskan, nantinya para bakal caleg diberikan waktu selama tujuh menit untuk memaparkan visi dan misinya. Kemudian tahap selanjutanya yakni tahap sosialiasi.
"Mekanisme jadi juri memberikan penilaian kompetensi, visi misi, value, ada bobot, minimum mereka harus mencapai 70 persen. Jadi ada 1 sampai 5 nilai, di atas angka 3 itu bisa masuk tahap berikutnya yaitu, sosialisasi. Sosialisasi akan diberi tugas mendata mengidentifikasi apa permasalahan di dapilnya dan apa yang akan mereka lakukan terhadap itu," ucap Grace.
"Kemudian mendapat 100 dukungan dengan orang-orang dari dapilnya. 100 orang itu menjadi patokan awal apakah orang itu niat atau nggak. Karena meskipun dia bagusnya tapi kalau tidak bisa mensosialisasikan diri serius menjalani caleg dan ajak orang untuk memilihnya kan percuma," tandasnya.
Hingga kini, proses uji kelayakan tengah berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kejagung Respons Penggeledahan Cafe De'Klan dan Rumah di Sentul, Tunggu Hasil Penyidikan Polri
-
Misteri Brankas Rp476 Miliar di Rumah Sentul City, Benarkah Milik Jampidsus Febrie Adriansyah?
-
Aktivis Anti-Korupsi Kritik Penjagaan Rumah Jampidsus Oleh TNI: Tugas Militer Jaga Kedaulatan
-
Eks Sekjen MPR Diduga Gunakan Duit Gratifikasi Rp30 M untuk Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Revisi Aturan Outsourcing Dipastikan Rampung Juli 2026, Said Iqbal Bocorkan Poinnya
-
KPK Bongkar Modus 'Uang Assalamualaikum' Eks Sekjen MPR: Palak Rekanan Proyek 10 Persen!
-
IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!
-
Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?
-
Benarkah Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri? Ini Jawaban Komisi III DPR
-
Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti