Suara.com - Komisi Uni Eropa mengaku penderitaan sangat berat tengah dialami etnis Rohingya di Myanmar. Rohingya disebut tengah mengalami pembersihan etnis yang mengarah pada pembunuhan.
Komisioner Uni Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan Christos Stylianides kaget setelah menghitung kebutuhan untuk Rohingya. Dia melihat langsung saat melihat kondisi para pengungsi Rohingya di Bangladesh pekan lalu.
"Kita harus meyakinkan pemerintah Myanmar harus memenuhi hak asasi manusia, bagi manusia manapun. Saya setuju dengan Sekjen PBB Antonio Guterres bahwa mungkin satu-satunya deskripsi untuk situasi ini adalah pembersihan etnis," katanya.
Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 607.000 Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar, Rakhine ke Bangladesh.
Mereka melarikan diri dari sebuah operasi militer yang membunuh lelaki, perempuan dan anak-anak. Mereka menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.
Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali menjelaskan sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.
Rohingya digambarkan sebagai orang-orang yang paling banyak dianiaya di dunia oleh PBB. Mereka mengalami ketakutan sejak tahun 2012.
PBB pun telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan bayi dan anak kecil, pemukulan brutal dan penghilangan. Itu semua dilakukan tentara Myanmar.
Dalam sebuah laporan, penyidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. (Anadolu)
Baca Juga: Krisis Rohingya, Israel Tetap Jual Senjata ke Militer Myanmar
Berita Terkait
-
IAEA Tegaskan Iran Berkomitmen Patuhi Kesepakatan Nuklir 2015
-
Krisis Rohingya, Israel Tetap Jual Senjata ke Militer Myanmar
-
AI: Tentara Myanmar Membunuh dan Memperkosa Etnis Rohingya
-
12 Rohingya Tenggelam saat Mengungsi, 6 di Antaranya Anak-Anak
-
Menlu Retno: Media Harus Promosikan Pola Pikir Damai ke Publik
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?