Suara.com - Tradisi saparan "Tumpeng Jongko" oleh masyarakat kawasan Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diselenggarakan hari ini, sekaligus untuk mendoakan pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dengan Muhammad Bobby Nasution di Solo.
Tradisi masyarakat setempat di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, ditandai dengan kirab jalan kaki dari jalan di ujung dusun dengan membawa tandu berisi tumpeng nasi dihiasi berbagai sayuran menuju rumah kepala dusun setempat, Trihandoko.
Ratusan warga mengikuti kirab dengan masing-masing membawa ingkung dan nasi tumpeng bersama sayuran dan lauk pauk.
Mereka kemudian meletakkan berbagai bekal dalam tradisi saparan itu di panggung yang juga tempat pementasan wayang kulit, dalam rangkaian agenda dusun setempat tersebut.
Tradisi saparan "Tumpeng Jongko" diselenggarakan setiap tahun bertepatan dengan Hari Rabu Pahing setiap Bulan Sapar dalam kalender Jawa.
"Saparan Tumpeng Jongko kali ini bertepatan waktunya dengan pernikahan putri Bapak Presiden Jokowi kita. Sekaligus kita mendoakan mempelai berdua supaya bisa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah," kata tokoh warga yang juga pimpinan seniman petani Padepokan Andongjinawi Dusun Mantran Wetan, Supadi Haryanto, dikutip dari Antara.
Ia menyebut keikutsertaaan warga setempat dalam kebahagiaan keluarga Presiden Jokowi karena sedang menggelar hajatan mantu tersebut di Kota Solo.
"Kita mangayubagyo (ikut bergembira dan mendoakan, red.). Semoga acara pernikahan berjalan dengan lancar dan membuat kegembiraan semua orang," ujarnya dengan menggunakan bahasa Jawa.
Doa secara Islami dalam tradisi warga Mantran Wetan itu dipimpin oleh kaum dusun, Mohammad Thohir, selama beberapa saat berlatar belakang Gunung Andong yang langit di atasnya terlihat cerah.
Dengan pelaksanaan tradisi tersebut, masyarakat mengharapkan kehidupannya makin makmur dan sejahtera, serta jauh dari berbagai marabahaya.
"Warga selalu sehat, mudah dalam mencari penghidupan, anak-anak juga rajin belajar untuk mencapai cita-citanya. Selain itu warga terus menjalani kehidupan berkesenian dan menjaga lingkungan alam pertanian dengan saksama," kata Kepala Dusun Mantran Wetan Trihandoko.
Tag
Berita Terkait
-
Padahal Sudah Bantu UMKM, Kahiyang Ayu Tetap Dikritik karena Perkara Sepele
-
Kahiyang Ayu Angkat Pesona Batik Sumut di Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025
-
Pemprov Sumut Dorong Ulos Mendunia, Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO
-
Kahiyang Ayu Ajak Anak PAUD Amalkan Ikrar Anak Indonesia Hebat 2025
-
Sumber dan Harta Kekayaan Bobby Nasution, Pantas Royal Kirim Gift Rp 11 Juta di Acara Dangdut
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur