News / Metropolitan
Sabtu, 11 November 2017 | 01:45 WIB
Pekerja PT Freeport memasuki Kawasan Terminal Gorong-Gorong, Timika, Papua, Minggu (30/4).

Suara.com - Seorang karyawan PT Pangansari Utama, Marthinus Baenal tewas dalam aksi penyekapan kelompok bersenjata di Tembagapura, Provinsi Papua. Marthinus merupakan korban penyekapan itu. Dia bekerja sebagai penyedia jasa katering di lingkungan PT Freeport Indonesia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan jenazah Marthinus ditemukan meninggal setelah keluarga korban dari Kampung Banti melaporkan kepada polisi, Jumat (10/11/2017) sore sekitar pukul 15.00 WIT.

"Marthinus Baenal, warga sipil yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban penculikan telah ditemukan oleh masyarakat di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, yang berdekatan dengan lokasi KKB dalam keadaan meninggal dunia dan jenazah korban sudah dimakamkan oleh keluarga korban," katanya.

Kasus itu berawal daat Selasa (7/11/2017) sekitar pukul 05.00 WIT, Marthinus Baenal yang tinggal di barak E 214 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, memutuskan untuk berjalan kaki melalui hutan dari arah Amole Tembagapura dengan maksud untuk turun ke Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, guna menemui istrinya yang dikabarkan takut dengan situasi terkini.

Lalu sekitar pukul 08.00 WIT, anak dari Martinus Beanal masih sempat berkomunikasi lewat telepon seluler dan menanyakan posisi yang bersangkutan.

"Kemudian Martinus Beanal menjawab kalau dirinya sudah berada di Kampung Baru yang merupakan area pengibaran Bendera Bintang Kejora, tapi tidak berapa lama kemudian terdengar bunyi tembakan dan selanjutnya komunikasi tersebut terputus," katanya.

Beranjak dari peristiwa tersebut, pihak keluarga bernama Yulianus Beanal berasumsi bahwa Martinus Beanal telah menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Sehingga pihak keluarga menyimpulkan bahwa korban telah ditembak dan mereka melakukan upaya pencarian terhadap keberadaan Martinus Beanal, namun sampai dengan pagi harinya belum berhasil ditemukan," katanya.

Kemudian, lanjut Kamal, pihak keluarga menghubungi keluarga lain yang berada di area Opitawak namun hasilnya juga nihil. Pencarian dilanjutkan dengan mencari di sekitar barak-barak yang ada di Tembagapura dan hasilnya nihil juga.

Baca Juga: TNI Bergerak Bebaskan 1.300 Warga Mimika yang Disandera

"Dari sinilah pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tembagapura guna penanganan lebih lanjut. Hingga pada akhirnya keluarga kembali melaporkan bahwa korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dan sudah dikuburkan," kata Kamal.

Terkait persoalan ini, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengimbau agar masyarakat yang berdomisili di sekitar Tembagapura untuk berhati-hati melakukan perjalanan ke beberapa kampung yang diisolasi oleh KKB. Situasi Tembagapura dan sekitarnya menjadi perhatian aparat keamanan. (Antara)

Load More