Suara.com - Organisasi kemanusiaan internasiolal Bulan Sabit Merah menggambarkan krisis pengungsi Rohingya sebagai bencana buatan manusia terbesar di dunia. Sebab sejauh ini belum ada solusi kongkret untuk melindungi etnis Rohingya di Myanmar.
Kepala Bulan Sabit Merah, Mohammad Habibe Millat mengatakan Bangladesh melakukan semua cara untuk membantu lebih dari 611.000 etnis Rohingya yang telah melewati perbatasan dari Myanmar sejak 25 Agustus. Penerimaan Rohingya di Bangladesh hanya sementara.
"Sejak 25 Agustus, lebih dari 600.000 Rohingya, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, melewati perbatasan dari Myanmar ke Bangladesh. Ini adalah bencana buatan manusia terbesar di dunia. Kami sebagai pemerintah Bangladesh dan masyarakat Bulan Sabit Merah berusaha melakukan yang terbaik dan membuka perbatasan kami untuk mereka karena alasan kemanusiaan," kata dia.
Dia mengatakan musim dingin dalam waktu dekat menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan para pengungsi di kamp-kamp darurat di sepanjang perbatasan.
Rohingya digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia. Rohingya telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan tersebut.
PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan bayi dan anak kecil, pemukulan brutal dan penghilangan yang dilakukan oleh tentara Myanmar. (Anadolu)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat