News / Internasional
Sabtu, 11 November 2017 | 14:53 WIB
Donald Trump, istrinya Melania, dan putrinya, Ivanka Trump. (Reuters)

Suara.com - Kunjungan Ivanka Trump, putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, ke Kota Hyderabad, India, membuat kehebohan tersendiri.

Pasalnya, seperti dilansir The Guardian, Jumat (10/11/2017), pemerintah kota setempat melarang dan merazia gelandangan maupun pengemis yang berada di jalanan.

Razia tersebut diyakini agar putri orang nomor satu negeri adi daya tersebut nyaman dan mau mengunjungi kota mereka.

Ivanka yang juga menjabat sebagai penasihat Presiden Trump, direncanakan datang ke Hyderabad untuk mengikuti konferensi tingkat tinggi Global Entrepreneurship Summit 2017 selama tiga hari.

Sejak Rabu (8/11) pekan ini, sedikitnya 400 gelandangan dan pengemis ditangkap polisi setempat dan ditempatkan difasilitas rehabilitasi Penjara Chanchalguda.

Pada hari-hari berikutnya sampai Jumat kemarin, sekitar 6.000 gelandangan dan pengemis direncanakan dibawa ke fasilitas yang sama. Ivanka Trump sendiri akan tiba di Hyderabad pada akhir November ini.

Namun, pejabat pemkot Hyderabad yang tak mau namanya ditulis mengatakan, razia gelandangan dan pengemis itu tak terkait Ivanka.

"Itu adalah razia rutin kami untuk merehabilitasi gelandangan serta pengemis. Ini untuk mengentaskan kemiskinan," tuturnya.

Baca Juga: Generasi Muda Partai Golkar Desak Setya Novanto Lengser

Sementara pejabat polisi Hyderabad, M Mahendar Reddy mengatakan, para pengemis dan gelandangan itu ditangkap karena meresahkan warga lain.

"Mereka menggelandang dan mengemis dengan cara yang tak senonoh. Mereka juga mempekerjakan anak-anak dan penyandang disabilitas untuk meminta sedekah di persimpangan utama jalan. Tindakan semacam ini menyebabkan gangguan dan kecanggungan warga," tandasnya.

Load More