Suara.com - Kunjungan Ivanka Trump, putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, ke Kota Hyderabad, India, membuat kehebohan tersendiri.
Pasalnya, seperti dilansir The Guardian, Jumat (10/11/2017), pemerintah kota setempat melarang dan merazia gelandangan maupun pengemis yang berada di jalanan.
Razia tersebut diyakini agar putri orang nomor satu negeri adi daya tersebut nyaman dan mau mengunjungi kota mereka.
Ivanka yang juga menjabat sebagai penasihat Presiden Trump, direncanakan datang ke Hyderabad untuk mengikuti konferensi tingkat tinggi Global Entrepreneurship Summit 2017 selama tiga hari.
Sejak Rabu (8/11) pekan ini, sedikitnya 400 gelandangan dan pengemis ditangkap polisi setempat dan ditempatkan difasilitas rehabilitasi Penjara Chanchalguda.
Pada hari-hari berikutnya sampai Jumat kemarin, sekitar 6.000 gelandangan dan pengemis direncanakan dibawa ke fasilitas yang sama. Ivanka Trump sendiri akan tiba di Hyderabad pada akhir November ini.
Namun, pejabat pemkot Hyderabad yang tak mau namanya ditulis mengatakan, razia gelandangan dan pengemis itu tak terkait Ivanka.
"Itu adalah razia rutin kami untuk merehabilitasi gelandangan serta pengemis. Ini untuk mengentaskan kemiskinan," tuturnya.
Baca Juga: Generasi Muda Partai Golkar Desak Setya Novanto Lengser
Sementara pejabat polisi Hyderabad, M Mahendar Reddy mengatakan, para pengemis dan gelandangan itu ditangkap karena meresahkan warga lain.
"Mereka menggelandang dan mengemis dengan cara yang tak senonoh. Mereka juga mempekerjakan anak-anak dan penyandang disabilitas untuk meminta sedekah di persimpangan utama jalan. Tindakan semacam ini menyebabkan gangguan dan kecanggungan warga," tandasnya.
Berita Terkait
-
Modisnya Melania Trump Pakai Cheongsam Saat Makan Malam di Cina
-
Gara-gara Asap Tebal, Kecelakaan Beruntun Libatkan 24 Kendaraan
-
Misteri Kicauan Donald Trump dari Cina Jadi Pembicaraan Dunia
-
Siswa Bunuh Adik Kelas Demi Tunda Ujian dan Rapat Wali Murid
-
Begini Reaksi Keras Trump soal Penangkapan 11 Pangeran Arab Saudi
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel
-
Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah
-
Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat
-
KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik
-
Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
-
Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang
-
Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!
-
Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!
-
Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui