Ilustrasi pembalut (Shutterstock).
Baru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (10/11/2017), gerak-gerik seorang perempuan bersama teman lelakinya terlihat mencurigakan.
Tak mau kebobolan, anggota bea cukai segera mendekati mereka. Lalu, petugas menggiring masuk ke salah satu ruangan. Lelaki dan perempuan itu pun digeledah polisi dan anggota bea cukai.
Pada bagian atas tubuh, tak ditemukan apa-apa. Tapi, petugas yang sangat berpengalaman itu tak menyerah.
Sampai akhirnya, polisi wanita menemukan sesuatu yang sangat tak lazim pada bagian paling pribadi PR. Mereka curiga pada pembalut yang dipakainya. Polisi pun menelisik.
Ternyata kecurigaan polisi terjawab. Di dalam pembalut terdapat setumpuk sabu. PR tak berkutik.
"Modus disimpan, dijepit di dua paha di pakaian dalam, dan membentuk seperti pembalut wanita," kata Kasubdit 3 Dirnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris M. Iqbal Simatupang di Polda Metro Jaya, Minggu (12/11/2017).
Sabu yang disembunyikan PR di dalam pembalut seberat 750 gram.
Sudah dicurigai
Petugas sudah mencurigai PR sejak dia turun dari pesawat Batik Air yang baru datang dari Malaysia. Teman lelaki yang bersama PR berinisial HM.
Setelah ditemukan barang bukti, PR dan HM akhirnya ditahan.
Selanjutnya, polisi mendalami kasus tersebut. Polisi menginterogasi mereka, mendapatkan barang haram dari mana.
Belum banyak informasi yang didapat. Peran pasangan tersebut dalam jaringan ini sebagai kurir.
Kepala Patroli dan Operasi Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Herianto menyebut modus penyelundupan narkoba seperti yang dilakukan PR dikenal dengan istilah body strapping.
Ada pula cara lain yaitu dengan cara menelan bungkusan narkoba.
"Kami tindak dengan mekanisme control delivery," kata Herianto
PR dan HM dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.
Tak mau kebobolan, anggota bea cukai segera mendekati mereka. Lalu, petugas menggiring masuk ke salah satu ruangan. Lelaki dan perempuan itu pun digeledah polisi dan anggota bea cukai.
Pada bagian atas tubuh, tak ditemukan apa-apa. Tapi, petugas yang sangat berpengalaman itu tak menyerah.
Sampai akhirnya, polisi wanita menemukan sesuatu yang sangat tak lazim pada bagian paling pribadi PR. Mereka curiga pada pembalut yang dipakainya. Polisi pun menelisik.
Ternyata kecurigaan polisi terjawab. Di dalam pembalut terdapat setumpuk sabu. PR tak berkutik.
"Modus disimpan, dijepit di dua paha di pakaian dalam, dan membentuk seperti pembalut wanita," kata Kasubdit 3 Dirnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris M. Iqbal Simatupang di Polda Metro Jaya, Minggu (12/11/2017).
Sabu yang disembunyikan PR di dalam pembalut seberat 750 gram.
Sudah dicurigai
Petugas sudah mencurigai PR sejak dia turun dari pesawat Batik Air yang baru datang dari Malaysia. Teman lelaki yang bersama PR berinisial HM.
Setelah ditemukan barang bukti, PR dan HM akhirnya ditahan.
Selanjutnya, polisi mendalami kasus tersebut. Polisi menginterogasi mereka, mendapatkan barang haram dari mana.
Belum banyak informasi yang didapat. Peran pasangan tersebut dalam jaringan ini sebagai kurir.
Kepala Patroli dan Operasi Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Herianto menyebut modus penyelundupan narkoba seperti yang dilakukan PR dikenal dengan istilah body strapping.
Ada pula cara lain yaitu dengan cara menelan bungkusan narkoba.
"Kami tindak dengan mekanisme control delivery," kata Herianto
PR dan HM dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Legislator PKS ke BNN: Jangan Biarkan 'Whip Pink' Makin Gila, Perlu Ditindak Tegas
-
DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru
-
Di Depan DPR, BNN Laporkan Sita 4 Ton Sabu hingga Bongkar 7 Jaringan Internasional
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
-
Lantai Dapur Ambrol ke Sungai, Warga Kutawaringin Ditemukan Tak Bernyawa Usai 4 Hari Pencarian
-
Ramai BPJS PBI Nonaktif, Menkes Sebut Solusi Masih Dibahas Pemerintah