Suara.com - Polres Mimika menangkap 9 polisi yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang wartawan Okezone.com Saldi Hermanto, Sabtu (11/11/2017) malam.
"Kapolda memerintahkan Kabid Propam Polda langsung turun dan tadi sudah tiba. Sudah dilakukan pemeriksaan dan penahanan pada oknum polisi yang diduga terlibat," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal, Senin (13/11/2017).
Selain diduga melanggar kode etik, para oknum polisi tersebut juga diduga melakuan tindak pidana penganiayaan. Reskrim Polres Mimika, Senin (13/11/2017) telah meminta keterangan Saldi Hermanto untuk pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP). Sementra dugaan pelanggaran kode etik ditangani langsung Propam Polda Papua.
Kamal sendiri belum bisa memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan penyidik untuk menuntaskan kasus tersebut. Namun, menurutnya, kepolisian sangat terbuka dalam penanganan kasus itu.
Propam Polda Papua termasuk akan menyelidiki apakah para oknum polisi tersebut mendapat perintah dari pimpinan atau melakukannya berdasar inisiatif pribadi.
"Silakan teman-teman kawal bagaimana perkembangan kasusnya. Mungkin minggu depan sudah jelas siapa pelakunya, siapa yang ikut serta atau otak di balik kejadian itu," katanya.
Ia berharap kejadian itu tidak mencederai hubungan polisi dengan awak media. Menurutnya, pers adalah mitra Polri dalam menyebarkan informasi kegiatan kepolisian.
Menyikapi aksi penganiayaan terhadap rekan seprofesinya, puluhan wartawan dari berbagai media di Kota Timika menggelar demonstrasi sebagai aksi protes di kantor Pelayanan Polres Mimika, Senin (13/11/2017).
Usai menyerahkan pernyataan sikap, wartawan kemudian menemui anggota DPRD Mimika dan meminta mereka ikut mengawal penyelesaian kasus tersebut. (Antara)
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Tanda Ritual Kekerasan dari Peradaban Kuno
Berita Terkait
-
Muda Mudi Ditelanjangi dan Diarak, Ketua RT dan RW Ditangkap
-
Muda Mudi Ditelanjangi dan Direkam, Pelakunya Ditangkap
-
Pasangan Muda Mudi Diarak dan Ditelanjangi, Dipaksa Ngaku Mesum
-
Kapolres Mimika Tutupi Identitas Polisi Pengeroyok Wartawan
-
AJI Koordinasi dengan Kapolda Papua Buat Proses Pemukul Wartawan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
-
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan
-
Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?