Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh [suara.com/Nikolaus Tolen]
Presiden Joko Widodo akan membuka Rapat Kerja Nasional Partai Nasional Demokrat ke 7 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 15-17 November 2017.
Kepala Media Center Rakernas Nasdem Charles Meikyansah mengatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Badan Intelijen Nasional Komisaris Jenderal Budi Gunawan juga diundang di hari kedua rakernas, Kamis (16/11/2017).
"Pleno pertama Kamis pagi akan diisi oleh Panglima TNI dan Kepala BIN," kata Charles.
Di hari terakhir, acara akan dimulai dengan wisuda mahasiswa Akademi Bela Negara Nasdem. Diikuti dengan pembinaan komite saksi nasional yang dihadiri 30 ribu saksi Nasdem dari seluruh Indonesia.
Pagi tadi dalam acara apel siaga nasional, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut ada 15 ribu peserta akan menghadiri rakernas.
Salah satu agenda terpenting rakernas yaitu pemberian dukungan kepada Presiden Joko Widodo di pilpres tahun 2019.
"Besok malam pengukuhan presiden Jokowi, sekaligus pemberian dukungan. Jadi kalian harus lihat itu besok," kata Surya Paloh.
Kepala Media Center Rakernas Nasdem Charles Meikyansah mengatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Badan Intelijen Nasional Komisaris Jenderal Budi Gunawan juga diundang di hari kedua rakernas, Kamis (16/11/2017).
"Pleno pertama Kamis pagi akan diisi oleh Panglima TNI dan Kepala BIN," kata Charles.
Di hari terakhir, acara akan dimulai dengan wisuda mahasiswa Akademi Bela Negara Nasdem. Diikuti dengan pembinaan komite saksi nasional yang dihadiri 30 ribu saksi Nasdem dari seluruh Indonesia.
Pagi tadi dalam acara apel siaga nasional, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut ada 15 ribu peserta akan menghadiri rakernas.
Salah satu agenda terpenting rakernas yaitu pemberian dukungan kepada Presiden Joko Widodo di pilpres tahun 2019.
"Besok malam pengukuhan presiden Jokowi, sekaligus pemberian dukungan. Jadi kalian harus lihat itu besok," kata Surya Paloh.
Komentar
Berita Terkait
-
Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
-
Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
-
Jokowi Turun Gunung, Bakal Pidato Perdana Sebagai Ketua Dewan Penasehat di Rakernas PSI
-
Tim Peneliti Ijazah Jokowi Buka Suara, Sebut Dokumen KPU Harusnya Sah Diuji Publik
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Pria 55 Tahun di Pasar Minggu Diduga Lecehkan Anak, Polisi Evakuasi dari Amukan Warga
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!
-
FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas
-
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Jabodetabek, Cek Rinciannya di Sini
-
Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum