Suara.com - Indonesia Corruption Watch mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi menjerat tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Setya Novanto dengan pasal tindak pidana pencucian uang.
Sebab, Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz menemukan indikasi kejanggalan isi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Novanto.
"Kalau kita baca LHKPN Setya Novanto tahun 2015 kekayaan yang dilapor Rp114 miliar rupiah. Berupa bangunan tanah dan seterusnya. KPK harus telurusi apakah itu dilaporkan secara benar atau tidak," ujar Donal di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur IV D, Nomor 6, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017).
Donal kemudian menyebutkan beberapa contoh kekayaan Novanto. Menurut perhitungan ahli properti, kata Donal, nilai rumah Novanto yang terletak di Jalan Wijaya XIII, nomor 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar Rp200 miliar.
"Beberapa teman yang ahli properti menilai rumahnya (Novanto) sekarang lebih dari (yang dilaporkan) di LHKPN. Ditaksir sekitar Rp200 miliar harganya," kata dia.
Donal juga menyebut pesawat jet yang diduga milik Novanto. Jet jenis Bombardier Global 5000 berwarna putih dengan strip hitam. Pesawat yang pernah terlihat di Bandara Ngurah Rai Bali pada Jumat (21/4/2017) itu harganya ditaksir mencapai ratusan miliar.
"Beberapa waktu lalu ada peresmian upacara adat untuk jet pribadi yang menurut ketua DPD Bali (Ketut Sudikerta) punya Novanto. Walaupun (Novanto) dibantah milik Joseph cardinal. Itu penting untuk ditelusuri," kata Donal.
"Penting (KPK) terapka TPPU karena ada dugaan uang yang patut diduga e-KTP bercampur dengan kekayaan yang lain," Donal menambahkan
Berita Terkait
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat! Cacat Hukum? Ini Kata Penggugat
-
Setnov Bebas Bersyarat, Arukki dan LP3HI Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta: Kecewa!
-
Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
-
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak