Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peresmian klinik Fakhira Aisyah di Jalan Kavling DKI Nomor II, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2017). Anies yang tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB, langsung disambut oleh gendang rebana, dan palang pintu dalam kedatangan Gubernur DKI periode 2017-2022.
Hadir pula Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta Fahira Idris selaku pemilik klinik Fakhira Aisyiyah tersebut. Dalam sambutannya, Anies Baswedan mengatakan, warga Jagakarsa kini telah mempunyai fasilitas baru sebuah klinik untuk masyarakat.
"Bahwa masyarakat di sekitar Jagakarsa sekarang punya fasilitas baru jadi doa kita yang pertama jangan sakit, Tapi kalau sampai sakit maka ada tempat untuk didatangi yaitu klinik Fahira Aisyiah," kata Anies di Jalan Kavling DKI Nomor II, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2017).
Lebih lanjut, Anies memaparkan, pemerintah Provinsi Jakarta ingin terus membantu warga dalam kesejahteraan maupun kesehatan.
"Kami di pemerintahan ingin terus membantu jadi kami bersyukur ada yang terlibat Ibu dan bapak semua kalau saya (Anies ), kami itu punya tanggung jawab konstitusional kami mengucapkan sumpah akan melaksanakan undang-undang peraturan, dan semuanya di dalamnya ada berbicara tentang kesehatan, kesejahteraan masyarakat kami dapat perintah undang-undang. Kalau ibu-ibu tidak dapat undang-undangnya tapi ikut memikirkan itu bagian kami membantu ibu semua untuk membangun jadi lebih baik," ujar Anies.
Anies kemudian berencana mengajak pengurus klinik FaKhira Aisyiyah untuk membicarakan mengenai program-program ke depan.
"Nantin ibu-ibu kita ambil waktu bertemu saya ingin dengar program dari ibu-ibu dari Aisyiyah, insya Allah kita sama-sama dukung dan kita berharap bahwa membangun Jakarta dikerjakan ramai-ramai kalau hanya mengandalkan tangan pemerintah tidak akan cukup. Insya Allah kita persiapkan lagi panjang kita akan sama-sama wujudkan niat-niat baik ibu-ibu Aisyiyah menjadi kenyataan bagi warga Jakarta," tandasnya.
Anies juga memberikan simbolis berupa tiga kursi roda ke Klinik Fakhira Aisyah. dan sekaligus meresmikan klinik dengan memotong pita di depan pintu masuk klinik.
Baca Juga: Relawan Anies Bidadari Indonesia Dapat Proyek Revolusi Putih
Berita Terkait
-
Sandiaga Sebut Anggaran APBD 2018 Dibuat Rezim Ahok-Djarot
-
Relawan Anies Bidadari Indonesia Dapat Proyek Revolusi Putih
-
Pidato Soal "Revolusi Putih", Mikrofon Anies Berkali-kali Mati
-
Begini Cara Anies Jalankan Program Prabowo ke SDN 12 Cilandak
-
Mau Ikut Reuni 212? Anies Belum Tahu, Sandiaga Tak Dapat Undangan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
Terkini
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Jabatan Bergilir atau Prestasi Diplomatik?
-
Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar
-
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana
-
Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya
-
Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!
-
Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi