Suara.com - Uni Eropa mendesak Presiden Amerika Serikat tidak mendeklarasikan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Negara-negara Uni Eropa menilai, rencana pengumuman status baru Yerusalem oleh AS dapat merusak upaya perdamaian.
Setelah berdiskusi lewat telepon dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Federica Mogherini merilis pernyataan yang berbunyi: AS seharusnya menghindari tindakan sepihak yang dapat mempengaruhi status Yerusalem.
"Uni Eropa berharap ada refleksi atas konsekuensi dari setiap keputusan atau tindakan sepihak yang berdampak pada status Yerusalem, yang salah satunya mempengaruhi opini publik di sebagian besar dunia," ujar Mogherini, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (6/12/2017).
Ia juga mengatakan bahwa tindakan sepihak AS dapat merusak upaya perdamaian.
Pekan lalu, media AS melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan pemindahan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem, serta secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Yerusalem masih menjadi poros konflik berkepanjangan Israel-Palestina. Sebab, rakyat Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka pada waktu yang akan datang.
Selama kampanyenya, Trump berjanji untuk memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Baca Juga: Polisi Mimika Papua Minta Maaf Sudah Intimidasi Jurnalis
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Senin (4/12) awal pekan ini, menyatakan kekhawatirannya atas kemungkinan pengakuan resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh AS.
Macron menghubungi Trump dan memberitahukan bahwa "Persoalan status Yerusalem harus diselesaikan dalam kerangka perundingan damai antara Israel dan Palestina, yang bertujuan secara khusus pada pembentukan dua negara bagian, Israel dan Palestina, untuk tinggal berdampingan dengan damai dan aman, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya."
Berita Terkait
-
Tantang Trump, Presiden Putin: Yerusalem Ibu Kota Palestina
-
Dikecam, Presiden Trump Bersiap Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
-
Hari Ini, Trump Umumkan Keputusan Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel
-
Penyanyi Yahudi Selotip Dua Matanya agar Tak Lihat Perempuan
-
MA Setujui Kebijakan Trump Larang Warga 6 Negara Muslim Masuk AS
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Kolaborasi Kementerian PU dan TNI Pastikan Jembatan Darurat Krueng Tingkeum Aman Dilalui Warga
-
Walau Rindu Keluarga, Pahlawan Ini Hadir untuk Menjaga Harapan Tetap Menyala
-
Tinjau Bencana Sumatra, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
-
Kode Petasan Terbaca, Polres Jaktim Gagalkan Rencana Tawuran di Flyover Klender Saat Tahun Baru
-
Presiden Prabowo: Bantuan Bencana Wajib Transparan, Tak Ada Ujung-ujungnya Nagih
-
Semua Gardu Induk Aceh Bertegangan, PLN Kejar Pemulihan 180 Desa Masih Padam
-
Siapa Sosok Guru Nur Aini? Mendadak Dipecat Karena Curhat Jarak Sekolah Jauh
-
Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan
-
Prabowo Instruksikan Danantara Koordinasi Ketat Bangun Hunian Pengungsi agar Tak Tumpang Tindih
-
DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi