Suara.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut cara "campur sari" akan mempercepat Indonesia memiliki kereta semi cepat koridor Jakarta-Surabaya.
"Keputusannya tentu nanti ada di Presiden mau menggunakan skenario yang mana. Kita usulkan tambah satu trek baru di jalur yang sudah ada. Membangunnya bisa bergantian, sementara bisa Jakarta-Semarang dulu baru nanti jika dana sudah memungkinkan bisa lanjut Semarang-Surabaya, ini 'campur sari'," kata Kepala BPPT Unggul Priyanto di Yogyakarta, Kamis.
BPPT, lanjutnya, dalam kajian prastudi pembangunan kereta semi cepat koridor Jakarta-Surabaya merekomendasikan tiga skenario kepada Pemerintah.
Pertama, merevitalisasi trek lama dengan memperbaiki lengkungan, bantalan rel, hingga ballasts supaya bisa digunakan untuk kecepatan semi cepat.
Kedua, BPPT merekomendasikan untuk membangun track baru di jalur rel kereta yang sudah ada, dengan opsi tetap menggunakan teknologi yang sudah dipakai yakni lebar rel kereta sempit atau narrow gauge dengan lebar rel 1,067 meter atau menggunakan "standar gauge" dengan lebar rel 1,435 meter yang memang banyak digunakan untuk kereta cepat.
Ketiga, BPPT merekomendasikan untuk membuat jalur baru berupa "double track high speed". Semua skenario yang direkomendasikan tentu memiliki kekurangan dan kelebihan.
Kelebihan menggunakan jalur baru akan mendapat frekuensi perjalanan lebih banyak, waktu tempuh bisa mencapai 3 jam, tetapi investasi lebih dari dua kali lipat. Namun kemungkinan akan ada permasalahan lain yang akan muncul termasuk soal pembebasan lahannya yang bisa memakan biaya tiga kali lipat, sekalipun jika itu menggunakan jalur jalan tol Jakarta-Surabaya.
Unggul menyebut perlu dana sekitar Rp170 triliun jika memakai jalur baru, sedangkan jika menggunakan jalur yang sudah ada dan menggunakan satu trek tambahan baru akan menghabiskan biaya hingga Rp85 triliun.
"Membangunnya bisa bergantian, nanti pakainya bisa semi cepat Jakarta-Semarang terus pindah ke rel lama dulu untuk Semarang-Surabaya. Kalau dananya sudah ada lagi lanjut lagi pembangunan trek baru," kata Unggul.
Baca Juga: Investasi Proyek Kereta Semicepat Jakarta - Surabaya Rp90 Triliun
Dengan menggunakan trek baru di jalur yang sudah ada, menurut dia, waktu tempuh kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bisa mencapai 5,5 jam. Jauh lebih cepat dibanding Kereta Api Argo Bromo yang waktu tempuhnya mencapai 9 jam.
Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu Widodo Pandoe mengatakan jika menggunakan cara "campur sari" maka koridor Jakarta-Solo dan Jakarta-Yogyakarta melalui jalur utara bisa juga menggunakan trek kereta semi cepat Jakarta-Semarang terlebih dulu, lalu lanjut dengan rel lama dari Semarang-Solo atau Semarang-Yogyakarta.
Cara "campur sari" ini menggunakan teknologi yang sudah digunakan sejak jaman Belanda di Indonesia yakni narrow gauge.
Teknologi ini di dunia hanya tinggal digunakan oleh Jepang dan Australia di Queensland, sementara negara-negara lainnya lebih banyak yang menggunakan "standard gauge". (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Statistik Tak Elok Pelatih Baru Italia Roberto Mancini: Dibuat Malu Timnas Indonesia
-
Pemda Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Purbaya Janji Tambah Anggaran TKD ke 490 Daerah
-
Mandalika Jadi Saksi, Duet Mesin Buas Honda dan Mental Baja Pembalap ART Borong Juara
-
Tekanan Belum Reda, Rupiah Tembus Rp18.106 per Dolar AS
-
Rampok Toko Emas Pakai Senjata Organik Polri, Briptu MZ Dipecat Polda Aceh
-
Antara Romansa dan Pembunuhan Berantai: Pesona Dream Man Karya Linda Howard
-
Pemerintah Puji Kinerja BRI dalam Mendorong Program 3 Juta Rumah Lewat KUR Perumahan
-
Pembuatan URI Dinilai Bukan Prioritas, Prabowo Diminta Berhenti Bikin Lembaga Baru untuk Pendidikan
-
Percepat Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Apresiasi
-
BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah