News / Internasional
Selasa, 12 Desember 2017 | 06:44 WIB
Sebuah percobaan serangan di stasiun kereta bawah tanah New York Port Authority, Senin (11/12/2017) pagi waktu setempat. (AFP)

Suara.com - Setelah diringkus lelaki (27) diduga pelaku serangan stasiun kereta bawah tanah New York Port Authority, Senin (11/12/2017) waktu setempat, beberapa informasi seputar diduga pelaku bermunculan. Tersangka telah diidentifikasi sebagai Akayed Ullah, berasal dari Bangladesh dan telah berada di negara tersebut selama tujuh tahun.

Pihak berwenang mengatakan bahwa dia memasuki AS dengan visa F4, visa berbasis keluarga dan tinggal di sebuah alamat di Brooklyn. Ullah diketahui
menggunakan apa yang dikenal sebagai 'migrasi berantai' untuk memasuki AS dari Bangladesh tahun 2011.

Ullah terluka parah dalam usaha pemboman bunuh diri dan dia dibawa ke tahanan di tempat kejadian dan dibawa ke Rumah Sakit Bellevue. Tampaknya, dia telah memakai alat peledak tingkat rendah yang dilucuti dari pakaiannya. Petugas pemadam kebakaran mengatakan tersangka luka bakar di tangan dan perutnya.

Meskipun begitu, Ullah dalam keadaan sadar dan berbicara dengan pihak berwenang, mengatakan bahwa dia benar-benar terinspirasi dari propaganda online ISIS. Saat ini, dia bekerja sebagai tukang listrik, tapi pernah bekerja sebagai supir taksi.

Albert Fox Cahn, direktur hukum CARE New York, membaca sebuah pernyataan singkat yang disiapkan atas nama keluarga Ullah yang mengatakan, "Kami sedih karena kekerasan yang terjadi di kota kami hari ini, dan oleh tuduhan diajukan terhadap anggota dari keluarga kami," katanya.

Mereka juga menyampaikan amarahnya dengan perilaku aparat penegak hukum yang telah menahan anak-anak kecil selama empat tahun dalam cuaca dingin dan menahan yang remaja dari kelas sekolah menengah untuk diinterogasi tanpa pengacara, tanpa orang tuanya.

"Ini bukan jenis tindakan yang kita harapkan dari sistem peradilan kita, dan kita memiliki keyakinan bahwa sistem peradilan kita akan menemukan kebenaran di balik serangan ini dan pada akhirnya kita dapat mengetahui apa yang terjadi hari ini," tulis keterangan tersebut.

Sementara itu, seorang juru bicara TLC mengeluarkan pernyataan berikut ini, "Saya dapat memastikan bahwa individu tersebut memegang Lisensi Driver Kendaraan TLC For-Hire dari bulan Maret 2012 sampai Maret 2015 dan tidak diperpanjang. Karena pengemudi taksi dan kendaraan disewa adalah kontraktor independen dan bukan karyawan, sayangnya saya tidak tahu apakah dia mengemudi untuk basis tertentu atau apakah dia hanya mendapatkan lisensi tapi tidak menyetir sama sekali."

Menurut keterangan para tetangga, Ullah diketahui tinggal bersama ayah, ibu dan saudara lelakinya di sebuah daerah pemukiman dengan sebuah komunitas besar di Bangladesh.

Baca Juga: Motif Ledakan New York Disebut karena Dendam Pengakuan Yerusalem

Selain itu, Walikota de Blasio mengatakan tidak ada ancaman yang diketahui ke Manhattan selama Natal. Ullah diijinkan masuk karena dia memiliki keluarga yang tinggal di Amerika.

Tidak diketahui apakah Ullah diradikalisasi di AS atau di tempat lain. Trump, yang ingin menghapuskankan migrasi berantai, tidak memasukkan Bangladesh ke dalam daftar negara tempat warga dilarang bepergian ke AS.

Larangan perjalanan tersebut mempengaruhi semua penduduk di enam negara Muslim, seperti Chad, Iran, Libya, Somalia, Suriah dan Yaman. Bahkan, kerabat dekat orang-orang di AS dilarang memasuki negara tersebut.

Empat orang lainnya terluka dalam ledakan tersebut, namun semua luka dianggap kecil. Korban dirawat dan diperkirakan akan dibebaskan. [Metro]

Load More