Suara.com - Setelah diringkus lelaki (27) diduga pelaku serangan stasiun kereta bawah tanah New York Port Authority, Senin (11/12/2017) waktu setempat, beberapa informasi seputar diduga pelaku bermunculan. Tersangka telah diidentifikasi sebagai Akayed Ullah, berasal dari Bangladesh dan telah berada di negara tersebut selama tujuh tahun.
Pihak berwenang mengatakan bahwa dia memasuki AS dengan visa F4, visa berbasis keluarga dan tinggal di sebuah alamat di Brooklyn. Ullah diketahui
menggunakan apa yang dikenal sebagai 'migrasi berantai' untuk memasuki AS dari Bangladesh tahun 2011.
Ullah terluka parah dalam usaha pemboman bunuh diri dan dia dibawa ke tahanan di tempat kejadian dan dibawa ke Rumah Sakit Bellevue. Tampaknya, dia telah memakai alat peledak tingkat rendah yang dilucuti dari pakaiannya. Petugas pemadam kebakaran mengatakan tersangka luka bakar di tangan dan perutnya.
Meskipun begitu, Ullah dalam keadaan sadar dan berbicara dengan pihak berwenang, mengatakan bahwa dia benar-benar terinspirasi dari propaganda online ISIS. Saat ini, dia bekerja sebagai tukang listrik, tapi pernah bekerja sebagai supir taksi.
Albert Fox Cahn, direktur hukum CARE New York, membaca sebuah pernyataan singkat yang disiapkan atas nama keluarga Ullah yang mengatakan, "Kami sedih karena kekerasan yang terjadi di kota kami hari ini, dan oleh tuduhan diajukan terhadap anggota dari keluarga kami," katanya.
Mereka juga menyampaikan amarahnya dengan perilaku aparat penegak hukum yang telah menahan anak-anak kecil selama empat tahun dalam cuaca dingin dan menahan yang remaja dari kelas sekolah menengah untuk diinterogasi tanpa pengacara, tanpa orang tuanya.
"Ini bukan jenis tindakan yang kita harapkan dari sistem peradilan kita, dan kita memiliki keyakinan bahwa sistem peradilan kita akan menemukan kebenaran di balik serangan ini dan pada akhirnya kita dapat mengetahui apa yang terjadi hari ini," tulis keterangan tersebut.
Sementara itu, seorang juru bicara TLC mengeluarkan pernyataan berikut ini, "Saya dapat memastikan bahwa individu tersebut memegang Lisensi Driver Kendaraan TLC For-Hire dari bulan Maret 2012 sampai Maret 2015 dan tidak diperpanjang. Karena pengemudi taksi dan kendaraan disewa adalah kontraktor independen dan bukan karyawan, sayangnya saya tidak tahu apakah dia mengemudi untuk basis tertentu atau apakah dia hanya mendapatkan lisensi tapi tidak menyetir sama sekali."
Menurut keterangan para tetangga, Ullah diketahui tinggal bersama ayah, ibu dan saudara lelakinya di sebuah daerah pemukiman dengan sebuah komunitas besar di Bangladesh.
Baca Juga: Motif Ledakan New York Disebut karena Dendam Pengakuan Yerusalem
Selain itu, Walikota de Blasio mengatakan tidak ada ancaman yang diketahui ke Manhattan selama Natal. Ullah diijinkan masuk karena dia memiliki keluarga yang tinggal di Amerika.
Tidak diketahui apakah Ullah diradikalisasi di AS atau di tempat lain. Trump, yang ingin menghapuskankan migrasi berantai, tidak memasukkan Bangladesh ke dalam daftar negara tempat warga dilarang bepergian ke AS.
Larangan perjalanan tersebut mempengaruhi semua penduduk di enam negara Muslim, seperti Chad, Iran, Libya, Somalia, Suriah dan Yaman. Bahkan, kerabat dekat orang-orang di AS dilarang memasuki negara tersebut.
Empat orang lainnya terluka dalam ledakan tersebut, namun semua luka dianggap kecil. Korban dirawat dan diperkirakan akan dibebaskan. [Metro]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan