Suara.com - Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menegaskan semua kebijakan DPP Partai Golkar saat Setya Novanto menjadi Ketua Umum tidak dapat diubah oleh Ketua Umum baru. Termasuk soal penunjukan Calon Kepala Daerah untuk Pilkada 2018.
"Sudah saya tegaskan, saya sebagai Ketua Harian siapa pun jadi Ketua Umumnya tidak berhak untuk mengubah kebijakan yang lalu sepanjang itu diambil berdasarkan mekanisme pada aturan yang ada di Partai Golongan Karya," kata Nurdin di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/12/2017) malam.
Nurdin mengatakan kebijakan yang sebelumnya sudah diputus hanya bisa diubah jika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan harapan. Hal itu diputuskan dalam rapat DPP.
"Kalau misalkan kesepakatan dengan calon yang ditetapkan tidak sesuai dengan harapan, maka langsung kita cabut rekomendasi itu. Kita rapat lagi siapa yang akan direkomendasi. Itu bisa. Tapi berdasarkan dinamika, bukan berdasarkan Ketua Umum atau Munaslub," ujar Nurdin.
Nurdin mencontohkan, seandainya pada perjalanan keputusan Golkar untuk mengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat tidak menuai kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni Golkar dan Ridwan maka keputusan bisa diubah.
Saat ini hampir semua DPD Partai Golkar tingkat Provinsi menginginkan Munaslub disegerakan mengingat Ketua Umum Partai Berlambang Pohon Beringin Setya Novanto sudah menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi KTP Elektronik.
Dorongan pergantian Ketua Umum semakin kencang disuarakan. Salah satu kandidat yang digadang-gadang yaitu Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro. Selain itu, nama Plt Ketua Umum saat ini, Idrus Marham juga disebut-sebut akan maju sebagai Ketua Umum. Ada pula yang menyebut nama Titiek Soeharto dan Aziz Samsudin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas
-
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Jabodetabek, Cek Rinciannya di Sini
-
Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029
-
Tragis! 5 Fakta Kasus KDRT Suami Bakar Istri di Padang Lawas Utara, Korban Disiram 1,5 Liter Bensin
-
Wali Kota Semarang Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Produk Craft
-
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian