Suara.com - Terungkap sudah aksi kejahatan geng motor Jepang (Jembatan Mampang) yang berafiliasi dengan geng motor RBR (Rawamaya Beji Rasta) ketika menjarah pakaian di toko Fernando Store, Sukmajaya, Depok, Minggu (24/12/2017), dini hari.
Kedua pimpinan geng sudah dibekuk. Pimpinan geng motor Jepang berinisial H (18). Ketua geng RBR bernama Mutias Prasetya alias Bogel (18). Dua belas anggota mereka juga sudah diamankan dan dijadikan tersangka. Tapi, masih ada beberapa orang lagi tengah diburu polisi, di antaranya D dan A. Dua orang ini punya peran penting.
Geng ini sudah masuk radar polisi sejak lama. Keberadaan mereka dianggap sangat meresahkan warga Depok.
Di antara anggota geng yang sudah diamankan, tiga di antaranya masih dara yang dikenal sebagai cabe-cabean. Inisialnya Y, BA, dan AB.
Menurut cerita Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kota Depok Ajun Komisaris Sutrisno awal mula gabung ke dalam geng Jepang, ketiga cabe-cabean itu ikut-ikutan nongkrong bareng.
Biasanya, mereka nongkrong bareng para pemuda di kontrakan yang terletak di Jalan Pitara Raya, Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Kontrakan inilah markas mereka.
Walaupun sering berkumpul di sana, kata Sutrisno, ketiga dara tidak ikut menginap.
"Nggak, tiga perempuannya tidak tinggal di kontrakan," kata Sutrisno.
Sutrisno belum bercerita banyak tentang kisah tiga cabe-cabean. Proses penyidikan sekarang sedang berlangsung.
Ketiga dara masuk kategori anak di bawah umur. Selama proses hukum, mereka didampingi psikolog.
Sutrisno mengatakan proses hukum terhadap anggota geng yang masih di bawa umur tetap akan disesuaikan dengan sistem peradilan anak.
Sebelum mengakhiri percakapan lewat telepon, Sutrisno cerita kalau tidak ada persyaratan khusus bagi anak-anak muda yang ingin ikut geng motor Jepang dan RBR.
"Nggak ada syarat-syaratnya," kata Sutrisno.
Akibat penjarahan dini hari itu, toko pakaian mengalami kerugian Rp15 juta. Barang-barang yang dijarah, di antaranya celana sembilan lusin, kaus satu lusin, jaket lima potong, celana pendek delapan buah.
Tag
Berita Terkait
-
Geng Motor Teror Warga Siskamling di Pulogadung: Siram Air Keras, Aspal Sampai Berasap
-
Kocak, The Prediksi dan Bedain Touring ke New Zealand Pakai Kostum Shaun The Sheep
-
Padahal Gabung Geng Motor, Desta Malu dan Minder Pengalaman Touring Kalah Telak dari Chef Juna
-
Dramatis! Detik-detik Resmob Sergap Eksekutor Geng Motor Penembak Warkop di Tanah Abang
-
Tak Berkutik! Pelaku Penembakan Warkop Tanah Abang Ditangkap Resmob Tanpa Perlawanan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?
-
Wamenko Otto Hasibuan Sebut Korporasi Kini Jadi Subjek Hukum Pidana, Dunia Usaha Wajib Adaptasi
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon