Sohibul Iman [Dok. PKS]
Presiden Partai Keadilan Sejahtera M. Sohibul Iman mengingatkan pejabat lembaga negara, terutama aparat penegak hukum, jangan ikut-ikutan politik praktik di pilkada serentak. Semua elemen negara harus menjaga kualitas demokrasi.
Pernyataan Sohibul untuk menanggapi laporan Partai Demokrat tentang salah satu kader yang diancam dikriminalisasi kalau tidak mau berpasangan dengan salah satu aparat kepolisian di pilkada Kalimantan Timur.
"Kita juga tentu saja mengimbau bahwa kita punya kewajiban untuk melaksanakan dan meningkatkan kualitas demokrasi kita. Karena itu PKS pun, walaupun saya tidak ingin menyampaikan PKS didzolimi atau tidak, tapi kita ingin mengimbau kepada pemerintah, khususnya aparat untuk bisa bertindak netral," kata Sohibul di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/1/2018).
Kontestasi pemilu diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang terbaik. Segala bentuk kecurangan harus dihindari.
"Tidak boleh ada bentuk kecurangan, ketidakjujuran dan pemihakan dari para penegak hukum atau aparat pemerintah. Itu saya kira komitmen kita bersama," ujar Sohibul.
Di internal PKS, sejauh ini Sohibul belum dapat kabar adanya kriminalisasi atau intimidasi terhadap kader PKS di daerah.
Tapi, katanya, kader Partai Demokrat yang juga diusung PKS di Papua, Lukas Enembe, pernah mendapatkan perlakuan tak adil. Hanya saja dia tidak menjelaskan bentuk perlakuannya.
"Dia lapor, setelah mendapatkan perlakuan seperti itu kan datang juga ke kami dan menceritakan tentang apa yang dialaminya. Jadi ya secara langsung kader PKS tidak ada, tapi calon PKS, termasuk PKS yang di depan mengusung, itu ada," tutur Sohibul.
"Kami juga berharap yang seperti ini tidak terulang agar kita semuanya bisa berdemokrasi secara fair dan tentu ada asas keadilan di antara kita semua," Sohibul menambahkan.
Pernyataan Sohibul untuk menanggapi laporan Partai Demokrat tentang salah satu kader yang diancam dikriminalisasi kalau tidak mau berpasangan dengan salah satu aparat kepolisian di pilkada Kalimantan Timur.
"Kita juga tentu saja mengimbau bahwa kita punya kewajiban untuk melaksanakan dan meningkatkan kualitas demokrasi kita. Karena itu PKS pun, walaupun saya tidak ingin menyampaikan PKS didzolimi atau tidak, tapi kita ingin mengimbau kepada pemerintah, khususnya aparat untuk bisa bertindak netral," kata Sohibul di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/1/2018).
Kontestasi pemilu diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang terbaik. Segala bentuk kecurangan harus dihindari.
"Tidak boleh ada bentuk kecurangan, ketidakjujuran dan pemihakan dari para penegak hukum atau aparat pemerintah. Itu saya kira komitmen kita bersama," ujar Sohibul.
Di internal PKS, sejauh ini Sohibul belum dapat kabar adanya kriminalisasi atau intimidasi terhadap kader PKS di daerah.
Tapi, katanya, kader Partai Demokrat yang juga diusung PKS di Papua, Lukas Enembe, pernah mendapatkan perlakuan tak adil. Hanya saja dia tidak menjelaskan bentuk perlakuannya.
"Dia lapor, setelah mendapatkan perlakuan seperti itu kan datang juga ke kami dan menceritakan tentang apa yang dialaminya. Jadi ya secara langsung kader PKS tidak ada, tapi calon PKS, termasuk PKS yang di depan mengusung, itu ada," tutur Sohibul.
"Kami juga berharap yang seperti ini tidak terulang agar kita semuanya bisa berdemokrasi secara fair dan tentu ada asas keadilan di antara kita semua," Sohibul menambahkan.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi
-
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI hingga Korpus BEM SI Perkuat dan Pimpin DPP Gema Keadilan 20262031
-
Komedian Narji Resmi 'Pindah Kapal' dari PKS ke PSI, Siap Tempur untuk Pemilu 2029
-
Mukmin Juara 1 SUCI 12 Kompas TV Dicolek PKS, Ada Apa?
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kembali ke Titik Nol: Saat Bisnis Tak Lagi Sekadar Mengejar Untung
-
Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta
-
Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo
-
Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan
-
Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing