Suara.com - Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat menduga insiden kebakaran puluhan motor di bengkel dan rumah milik Gading Laksana akibat hubungan pendek arus listrik (korsleting). Listrik diduga datang dari salah satu kendaraan.
Kasubbag Humas Polres Mataram AKP I Wayan Arnawa mengatakan dugaan itu muncul berdasarkan keterangan saksi Sri Wahyuni, tetangga korban yang tinggal di seberang tempat kejadian perkara (TKP).
"Dugaannya api berasal dari korsleting salah satu sepeda motor yang kemudian menjalar ke motor lain hingga api cepat membakar seluruh isi bengkel beserta rumahnya," kata Arnawa di Mataram, Minggu (7/1/2017).
Insiden kebakaran yang terjadi pada Minggu dinihari, sekitar pukul 01.15 Wita itu dapat dipadamkan sekitar satu jam kemudian, setelah petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram yang dibantu aparat kepolisian dengan kendaraan "water canon" datang ke TKP.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun api telah menghanguskan seluruh harta benda milik korban yang tinggal di wilayah Karang Jangkong, Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
Menurut hasil olah TKP kepolisian pada Minggu siang, Arnawa menjelaskan bahwa ada sekitar 22 kendaraan roda dua yang ludes dilalap si jago merah. Karena itu diprediksikan kerugian korban mencapai Rp350 juta.
Namun keterangan berbeda disampaikan korban, Gading Laksana. Kepada wartawan, korban mengaku kerugiannya mencapai Rp1 miliar lebih karena kendaraan yang ada di rumah dan bengkelnya itu saja mencapai 30 unit.
"Yang ada di bengkel saja ada sekitar 25 motor, belum lagi koleksi motor balap (drag) yang ada di dalam rumah, begitu juga dengan motor pribadi. Semua habis, yang bersisa cuma pakaian yang nempel di badan saja," ujarnya.
Terkait dengan hasil identifikasi pihak kepolisian yang menduga kebakaran akibat korsleting dari salah satu kendaraan, Gading masih meragukannya, karena api kali pertamanya dia lihat muncul dari kendaraan pribadi istrinya merek Honda Vario yang disimpan di bengkel.
Baca Juga: Kemlu: Sedikitnya 102 WNI Terdampak Kebakaran Besar di Malaysia
"Memang pertama yang saya lihat terbakar di bengkel itu motor istri saya sama motor yang ada disebelahnya, Trail KLX, tapi nyala yang paling besar itu dari motor istri saya. Tapi saya mikir, tidak mungkin api mulai dari sana, karena motor istri saya itu setelannya standar, biasa kita pakai tiap hari," kata Gading yang istrinya diketahui seorang Anggota Ditlantas Polda NTB tersebut.
Lebih lanjut, korban dan warga sekitar juga menyayangkan kesiapsiagaan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram yang terkesan lamban. Padahal markas pasukan dengan jargon "pantang pulang sebelum padam" ini berkantor tidak jauh dari TKP.
Hal itu disayangkannya ketika korban berupaya menghubungi pihak pemadam kebakaran melalui nomor kontak darurat (911).
"Istri saya sudah mencoba telepon nomor darurat, tapi tidak ada respon, jadi saya langsung ke kantornya (Pemadam Kebakaran), karena dekat," ujarnya.
Setelah Gading dua kali berturut-turut mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram yang lokasinya sekitar 500 meter dengan rumahnya, petugas dengan kendaraan damkar akhirnya datang ke lokasi.
"Tapi pas mereka datang, malah selangnya yang ketinggalan di kantor. Karena panik, istri saya langsung minta bantuan temannya yang tugas bawa water canon, untung bantuan polisi cepat datang, kalau tidak, satu kampung bisa habis," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Toyota Eco Youth ke-14 Digelar, Anak Muda Diajak Jadi EcoPioneer Dekarbonisasi
-
6 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Termurah dengan Kapasitas hingga 9 Kg
-
Kemensos Kebut Penelusuran 1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online
-
Sharp AQUOS Wish6 Siap Debut, AI Bisa Deteksi Telepon Penipu dan Blokir Nomor Internasional
-
Isu Rudal Menipis di Perang Iran, Donald Trump Kasih Kejutan Kondisi Tentara AS Versi Dia Sendiri
-
Ulasan Novel Supernova Akar, Petualangan Bodhi Mencari Jati Diri
-
Link Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya: Memburu Gelar Juara Pra-Musim!
-
Sindiran Menohok Pelatih Vietnam: Thom Haye Dibuat Mati Kutu oleh Pemain Lapis Kedua
-
Ratusan Senpi di Ruang Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Terbongkar! Disimpan Dalam Karung dan Styrofoam
-
Cara Mencuci Puff Cushion Agar Tidak Menjadi Sarang Bakteri, Pakai 5 Bahan Ini