Suara.com - Anggota polisi Polres Tabalong, Kalimantan Selatan, Brigadir Jumadi yang terlibat kasus perampokan karyawati Bank Mandiri terancam diberhentikan dengan tidak hormat dari institusi Kepolisian. Dia mencuri uang lebih dari Rp10 miliar.
"Iya, benar," kata Kabidhumas Polda Kalimantan Selatan AKBP M. Rifai dalam pesan singkat, Minggu (7/1/2017).
Proses hukum atas kasus pidana yang dilakukan terhadap Jumadi dan proses pemecatan yang akan melalui sidang kode etik akan berjalan bersamaan.
"Sama-sama berjalan prosesnya, baik kasus pidananya, pelanggaran disiplin maupun sidang kode etiknya," katanya.
Saat ini tersangka Jumadi dan rekannya seorang warga sipil bernama Yongki ditahan di Rutan Polda Kalsel.
Sementara polisi sudah menemukan dan menyita uang senilai Rp10 miliar hasil curian kedua tersangka dengan rincian Rp4,4 miliar ditemukan di rumah kerabat Jumadi di Landasan Ulin, Banjar Baru, Tabalong serta Rp5,6 miliar sisanya ditemukan di rumah milik AP yang terletak di Astambul, Martapura. AP diketahui merupakan teman Yongki.
"Masih tersisa Rp55 juta yang belum ditemukan," katanya.
Sebelumnya, Brigadir Jumadi dan Yongki ditangkap polisi karena terlibat kasus pencurian dengan kekerasan terhadap Atika, karyawan Bank Mandiri dan Gugum, sopir Bank Mandiri serta mencuri uang bank senilai lebih dari Rp10 miliar.
Kasus itu terjadi usai Jumadi menjalankan tugas mengawal pengambilan uang di Kantor Bank Mandiri Cabang Banjarmasin. (Antara)
Baca Juga: Dianggap Meresahkan, Polisi Tembak Perampok di Stadion Medan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba