Suara.com - Politikus Partai Golkar sekaligus mantan ketua DPR Ade Komarudin dikabarkan mengalami perdarahan otak.
Akom—akronim beken Ade—akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat untuk dioperasi, Rabu (10/1/2018) malam.
Kabar sakitnya Akom semula beredar di grup WhatsApps wartawan.
“Assalamualaikum Wr Wb info dari teman Golkar, tadi pagi Kang Ade Komarudin jatuh di kamar mandi tidak ada yang tahu cukup lama. Pembantunya tahu langsung dibawa ke RSPAD namun di tengah jalan terjadi pendarahan di kepala parah, stroke. Sekarang lagi dioperasi di kepalanya. Mohon doanya agar beliau cepat sembuh dari sakit dengan tidak meninggalkan penyakit.”
Setelahnya, keluarga Akom memberi penjelasan lengkap melalui pesan singkat. Mereka mengatakan, Akom pingsan setelah tiba di RSPAD.
Karenanya, Akom tak benar terjatuh di kamar mandi dan pingsan. Akom bahkan masih sempat menggosok gigi sebelum ke RSPAD.
“Kang AKOM tidak jatuh di kamar mandi. Beliau ke RSPAD ditemani Nyonya masih dalam keadaan sadar, bahkan masih sempat gosok gigi sendiri setelah dari kamar mandi. Setiba di RSPAD, Kang AKOM pingsang dan Pihak Medis memutuskan untuk mengambil tindakan (operasi) pukul 12.00. Mohon Doa dari senior-senior.”
Istri Akom, Netty, mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut ketika dihubungi Antara.
Baca Juga: Honda Kenalkan Power Bank Mobil Listrik, Robot yang Bisa Dipeluk
"Mohon doanya Oom. Kak Ade perdarahan di otak, sekarang dirawat di ruang operasi CICU pav Kartika RSPAD," katanya.
Hingga Kamis (11/1) siang, RSPAD belum memberikan keterangan resmi mengenai sakit yang dialami Akom.
Sementara Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menilai wajar Akom jatuh sakit hingga dirawat di RS.
Pasalnya, kata dia, Akom merupakan sosok yang tak pernah diam atau selalu ingin mengerjakan banyak aktivitas.
“Selain di Golkar, Kang Akom juga aktivis sekaligus Ketua Umum Soksi. Dia tak pernah diam. Selalu memerhatikan masalah-masalah yang ada, di Golkar maupun lainnya. Jadi wajar kalau dia sakit,” tutur Agung.
Beberapa hari lalu, cerita Agung, Akom diketahui mengikuti aksi jalan sehat di Riau dan mendeklarasikan pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon gubernur usungan Partai Golkar untuk pilkada setempat
Berita Terkait
-
Bela Rudy Masud, Waketum Golkar: Beliau Pemimpin Low Profile dan Tidak Anti Dialog
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Begini Respons Resmi Golkar
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli