- Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim melakukan unjuk rasa menuntut evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim di Samarinda, Selasa (21/4/2026).
- Aksi tersebut berujung kericuhan saat massa mendatangi Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa lalu.
- Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengimbau penyelesaian aspirasi masyarakat dilakukan melalui dialog, bukan tindakan anarkis.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, turut memberikan respons terkait terjadinya kericuhan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), pada Selasa (21/4/2026).
Doli mengimbau agar setiap aspirasi maupun persoalan daerah diselesaikan melalui meja dialog ketimbang aksi anarkis.
Aksi massa yang mendatangi Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Kaltim tersebut menuntut evaluasi total hingga penyelidikan hukum terhadap kebijakan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
"Saya kira akan jauh lebih baik melalui dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan, apalagi persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat, bangsa dan negara, termasuk di daerah," ujar Doli saat dihubungi Suara.com, Rabu (22/4/2026).
Doli memberikan pembelaan terhadap sosok Rudy Mas'ud. Menurutnya, Rudy adalah pemimpin yang memiliki kepribadian terbuka dan selalu bersedia menerima masukan dari berbagai pihak.
Ia meyakini bahwa Gubernur Kaltim tersebut tidak menutup diri terhadap aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.
"Saya mengenal Saudara Rudy dengan baik. Orangnya low profile, bergaul dan tidak anti dialog. Saya yakin beliau bersedia bicara baik-baik dengan siapa saja, termasuk adik-adik mahasiswa, bila ada aspirasi yang ingin disampaikan," jelasnya.
Lebih lanjut, Doli mengingatkan bahwa tindakan anarkis atau kericuhan dalam menyampaikan pendapat justru akan merugikan kepentingan publik yang lebih besar.
Bukannya memberikan solusi, kericuhan dianggap hanya akan menambah beban persoalan baru bagi daerah.
Baca Juga: Demo Besar Kaltim Hari Ini: 1.700 Personel Gabungan Siaga di Kantor Gubernur Rudy Masud dan DPRD!
"Saya menilai kericuhan belum tentu menyelesaikan persoalan. Bahkan mungkin dapat menimbulkan masalah baru," pungkasnya.
Sebelumnya, Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) didatangi ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Selasa (21/4/2026).
Aksi berujung ricuh itu menuntut evaluasi total hingga penyelidikan hukum terhadap berbagai kebijakan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud dan wakilnya, Seno Aji.
Berita Terkait
-
Silsilah Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Masud, Kakak hingga Istri Punya Jabatan Mentereng
-
Didesak Aliansi, DPRD Kaltim Sepakat Tanda Tangani Pakta Integritas
-
Tiga Tuntutan Demo Besar Kaltim Hari Ini: Audit Anggaran Rudy Masud hingga Independensi DPRD!
-
Demo Besar Kaltim Hari Ini: 1.700 Personel Gabungan Siaga di Kantor Gubernur Rudy Masud dan DPRD!
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Buntut Napi Korupsi Ngopi di Kendari: Supriadi Dipindah ke Nusakambangan, Karutan Resmi Dicopot
-
Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis
-
Viral Kue Ulang Tahun Bongkar Skandal Toko Hantu di Pemesanan Lewat Ojek Online
-
Ritual Pengusiran Setan Berujung Maut, 2 Nyawa Melayang, Pelaku Bebas dari Hukuman
-
Bukan Sekadar Aturan, Hal Ini Jadi Tantangan Terberat UU PPRT di Lapangan
-
Tunggu Pramono Anung Pulang, Paripurna Ganti Ketua DPRD DKI Digelar 30 April
-
Mengapa Tawuran di Jakarta Tak Pernah Usai? Sosiolog: Mereka Butuh Didengarkan, Bukan Dikhotbahi
-
Mensos Gus Ipul Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Gorontalo dan Pagar Alam
-
Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit
-
Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara