Puti Guntur Soekarno [Handita Fajaresta]
Setelah Abdullah Azwar Anas mundur pada detik-detik terakhir, PDI Perjuangan menggantinya dengan Puti Guntur Soekarno menjadi calon wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Saifullah Yusuf. Meski Puti memiliki hubungan sedarah dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Partai Demokrat tak ingin melihat itu sebagai dinasti politik.
"Yang jelas semua kita kembalikan kepada diri pribadi, toh akhirnya juga yang memilih adalah masyarakat," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di DPR, Jakarta, Kamis (11/1/2018).
Puti Guntur merupakan anggota DPR periode 2009–2014 dan 2014−2019. Dia cucu Presiden pertama RI Soekarno dari anak pertamanya, Guntur Soekarno.
Agus meyakini PDI Perjuangan memilih Puti Guntur dengan pertimbangan kualitas, bukan karena keponakan Megawati.
"Dinasti politik itu, apabila orang itu tidak memiliki kemampuan tetapi dipaksakan. Ini kan semuanya dipandang oleh Fraksi PDIP bahwa Ibu Puti Guntur itu mampu," ujar Agus.
Agus mengimbau publik tidak alergi dengan kandidat yang memiliki kedekatan dengan tokoh politik. Agus mengatakan yang menentukan pilihan tetaplah rakyat.
"Kita tidak boleh alergi kepada seseorang yang mempunyai hubungan kedekatan, hubungan hal yang lain dengan pejabat-pejabat yang dulu, dengan presiden yang dulu," tutur Agus.
Pilkada Jawa Timur diikuti dua pasangan calon. Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno didukung PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Gerindra. Kemudian pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak diusung Partai Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura, PPP, PAN, dan PKPI.
"Yang jelas semua kita kembalikan kepada diri pribadi, toh akhirnya juga yang memilih adalah masyarakat," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di DPR, Jakarta, Kamis (11/1/2018).
Puti Guntur merupakan anggota DPR periode 2009–2014 dan 2014−2019. Dia cucu Presiden pertama RI Soekarno dari anak pertamanya, Guntur Soekarno.
Agus meyakini PDI Perjuangan memilih Puti Guntur dengan pertimbangan kualitas, bukan karena keponakan Megawati.
"Dinasti politik itu, apabila orang itu tidak memiliki kemampuan tetapi dipaksakan. Ini kan semuanya dipandang oleh Fraksi PDIP bahwa Ibu Puti Guntur itu mampu," ujar Agus.
Agus mengimbau publik tidak alergi dengan kandidat yang memiliki kedekatan dengan tokoh politik. Agus mengatakan yang menentukan pilihan tetaplah rakyat.
"Kita tidak boleh alergi kepada seseorang yang mempunyai hubungan kedekatan, hubungan hal yang lain dengan pejabat-pejabat yang dulu, dengan presiden yang dulu," tutur Agus.
Pilkada Jawa Timur diikuti dua pasangan calon. Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno didukung PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Gerindra. Kemudian pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak diusung Partai Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura, PPP, PAN, dan PKPI.
Komentar
Berita Terkait
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Tepis Tudingan Kubu Risma-Gus Hans, KPU Jatim soal Kasus DPT Menangkan Khofifah-Emil di TPS: Kesalahan KPPS
-
Tuding Khofifah-Emil Menang karena Bansos, Kubu Risma-Gus Hans Ungkap Anomali Suara di Jatim Tembus 100 Persen
-
Tuding KPU hingga PPK Curang, Kubu Risma-Gus Hans Bongkar Manipulasi Suara Menangkan Palson Tertentu di Pilkada Jatim
-
MK Hari Ini Gelar Sidang Perdana Sengketa Pilkada Jatim Risma-Gus Han, Siapa Saja Hakimnya?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet