Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi melimpahkan barang bukti dan tersangka Sigit Yugoharto ke tahap kedua (tahap penuntutan), Selasa (16/1/2018).
Pelimpahan barang bukti terhadap Auditor Madya pada Sub Auditorat VII.B.2 Badan Pemeriksaan Keuangan tersebut dilakukan KPK setelah memeriksa 53 saksi dalam kasus suap terkait Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu terhadap PT Jasa Marga (Persero) pada tahun 2017.
"Unsur saksi dari Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Asisten Manager Maintenance Service PT Jasa Marga (Persero), Vice President Finance Accounting PT Jasa Marga (Persero) Tbk, VP Finance PT Jasa Marga, dan Asmen MSE PT Jasa Marga (Persero) Tbk," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
Selain itu KPK juga telah memeriksa General Manager dan Karyawan PT. Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Cabang CTC dan Cabang Japek. Lalu diperiksa juga Head of Internal Audit PT Jasa Marga (Persero), Karyawan dan Direktur PT. Marga Maju Mapan, serta pegawai BPK RI Sub Auditorat VII dan pihak swasta.
"SGY sebagai tersangka juga telah diperiksa sebanyak 5 kali pada 20 September, 9 dan 19 Oktober, 17 November dan 18 Desember 2017," katanya.
Febri mengatakan Sigit akan menjalani sidang di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta Pusat. Hal itu juga berlaku untuk tersangka dalam kasus yang sama seperti Ali Sadli dan General Manager PT Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi Setia Budi.
"Sama seperti tersangka sebelumnya, sidang akan digelar di PN Tipikor Jakarta," kata Febri.
Sigit ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Setia Budi dalam kasus ini. Setia Budi sendiri sudah menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor.
Pada tahun 2017, BPK melakukan pemeriksaan terhadap kantor cabang PT Jasa Marga (Persero) Purbaleunyi. Sigit terbukti telah menerima suap berupa satu unit motor Harley Davidson tipe Sportster dari Setia Budi yang langsung diantarkan ke rumah Sigit pada akhir Agustus 2017 lalu. Bila dirupiahkan, motor tersebut senilai Rp 115 juta.
Atas perbuatannya, sebagai penerima suap, KPK menjerat Sigit dengan Pasal 12 huruf a atau b, atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara, Setia Budi selaku pihak pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor.
Baca Juga: BPK Kasih Pilihan Saran Pemerintah Naikkan Iuran BPJS Kesehatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Ancaman Perang Timur Tengah, DPR Desak Travel Jamin Keamanan dan Kepulangan Jamaah Umrah