Suara.com - Sebagian warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, khususnya yang bermukim di sekitar Kawasan Wisata Baturraden dikejutkan dengan munculnya awan yang berbentuk seperti UFO (Unidentified Flying Object). Bahkan, foto awan yang muncul di lereng selatan Gunung Slamet pada hari Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB, telah banyak beredar melalui media sosial.
Salah seorang warga yang mengabadikan kemunculan awan itu melalui kamera telepon pintarnya, Kusworo mengaku baru sekali melihat fenomena alam tersebut.
"Begitu melihatnya, saya langsung memotret awan tersebut," kata dia yang juga Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyumas.
Dia mengakui masyarakat sekitar Baturraden sempat khawatir jika awan tersebut mengakibatkan bencana seperti angin puting beliung atau langkisau.
Oleh karena itu, dia pun segera menyiagakan personel TRC BPBD Banyumas guna mengantisipasi jika terjadi bencana pascamunculnya awan tersebut.
Salah seorang warga Purwokerto, Waskita mengaku sempat heran ketika melihat ke arah utara karena Gunung Slamet terlihat tidak seperti biasanya.
"Tadi pagi, awan yang menutupi lereng selatan Gunung Slamet tidak terlihat seperti biasanya, kelihatan aneh," katanya.
Warga lainnya, Imam mengaku khawatir awan yang muncul pada Sabtu (27/1) pagi itu mengganggu penerbangan terutama pesawat berukuran kecil.
Saat dihubungi dari Purwokerto, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan awan yang muncul di Baturraden termasuk awan lentikularis.
"Awan yang berbentuk seperti UFO itu secara ilmiah disebut 'Altocumulus lenticularis' yang lebih dikenal dengan awan lentikularis," katanya.
Ia mengatakan awan lentikularis sebenarnya hanya awan biasa namun karena adanya dua angin yang berlawanan arah dan saling bertubrukan sehingga membuat awan seperti melintir.
Dalam hal ini, kata dia, angin yang cukup kencang di dekat puncak gunung terbentur ke gunung sehingga angin tersebut akan memutar atau melintir dan memengaruhi bentuk awan di atasnya.
"Awan tersebut tidak berdampak atau tidak mendatangkan bencana, maksimum tiga jam sudah hilang," jelasnya.
Kendati tidak mendatangkan bencana, dia mengatakan awan lentikularis sangat berbahaya bagi penerbangan karena bisa mengakibatkan turbulensi. [Antara
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Korupsi Haji Meluas! Dito Ariotedjo Diperiksa Terkait Sprindik Baru Tersangka Pihak Swasta
-
Tangerang Kota Paling Rawan! Ini Peta Wilayah Kriminalitas di Jabodetabek Sepanjang 2026
-
Regulasi Sudah Ada, DPRD Minta Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengelolaan Sampah
-
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Minta Hakim Nyatakan Penangkapan hingga Penggeledahan Tak Sah
-
Safari Politik Lampung Sepi Massa? Jokowi Dinilai Tak Lagi Mampu Mobilisasi Rakyat Tanpa Alat Negara
-
Pakar UMY Soroti Pengisian Jabatan BUMN: Loyalitas Politik Dinilai Kalahkan Meritokrasi
-
Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru
-
Terungkap! Sikka Punya 30 Pub tapi Mayoritas Bodong, Jadi Sarang Eksploitasi Perempuan?
-
Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake