Suara.com - Tantangan bangsa terkait berbagai masalah sosial tidak surut seiring dengan makin kompleksnya perkembangan sosio-kultural masyarakat. Peran SDM Kesejahteraan Sosial yang andal, termasuk pekerja sosial profesional, masih sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah tersebut secara sistematis dan terencana.
"STKS sebagai center of excellent bagi SDM kesejahteraan sosial menjadi garda depan dalam mencari solusi dalam mengatasi masalah sosial yang berkembang di masyarakat," kata Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham, dalam sanbutannya di depan undangan Dies Natalis 53, di Bandung, Kamis (30/01/2018).
Seperti kasus kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Salah satu tantangan yang muncul dari kasus ini adalah kurangnya kuantitas pendamping bagi warga yang membutuhkan asistensi dalam menyelesaikan masalah sosial.
Keberadaan pekerja sosial profesional yang sanggup berada di tengah-tegah mereka sangat dibutuhkan. Tentu saja, hal itu dilakukan tidak hanya dengan bekal keberanian, namun juga harus dengan bekal ilmu yang baik yang sudah didapat dari bangku kuliah.
"Untuk itu, STKS harus terus meningkatkan inisiatif dan kontribusinya di tengah-rengah masyarakat, baik dengan pendekatan saintifik maupun modal vokasional yang dimiliki civitas akademika dan alumninya, sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Di bagian lain sambutannya, Mensos memaparkan betapa kompleksnya masalah sosial yang dihadapi bangsa ini. Penyandang masalah kesejahteraan sosial, seperti angka kemiskinan yang sampai dengan September 2017 tercatat 26,58 juta jiwa, dan hingga Agustus 2017, BNN melaporkan korban penyalahgunaan napza mencapai angka 4,1 juta.
Selain itu, untuk peningkatan kualitas layanan sosial kepada penerima manfaat, tahun ini Kementerian Sosial menargetkan sertifikasi 2.000 tenaga kesejahteraan sosial, akreditasi terhadap 3.000 lembaga kesehteraan sosial (LKS), serta perekrutan ±16.000 pendamping PKH dan 2.000 operator.
Untuk itu, Mensos mendorong STKS untuk senantiasa meningkatkan perannya dalam mengembangkan dan meningkatkan profesionalisasi praktik pekerjaan sosial Indonesia.
"Saya mendukung STKS melakukan perubahan kelembagaan menjadi politeknik kesejahteraan sosial, karena kebijakan pemerintah saat ini seperti tertuang di dalam Nawacita, mengedepankan kepada pendidikan vokasi," katanya.
Mensos mendukung agar STKS memiliki sarana prasarana dan teknologi, agar di dalam perkuliahannya para dosen mampu menerapkan praktik-praktik pekerjaan sosial secara aplikatif.
Dengan demikian, dapat segera terjadi percepatan yang signifikan dalam upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas berbagai bidang kajian dan spesialisasi. Hal ini tentunya akan juga segera berdampak pada percepatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Indonesia.
Di bagian lain, Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial, Harry Z. Soeratin menyatakan, lembaganya mempunyai sasaran strategis yaitu meningkatkan SDM Kesejahteraan Sosial yang kompeten dan meningkatkan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang mampu memberikan layanan kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial secara profesional dan akuntabel.
Pencapaian sasaran strategis peningkatan sumber daya manusia (SDM) Kesejahteraan Sosial yang kapabel dilaksanakan melalui Pendidikan Tinggi, Pelatihan, Penelitian, Pengembangan profesi dan Penyuluhan Sosial.
"STKS Bandung merupakan satuan kerja di bawah Badiklitpensos yang mengemban tugas untuk menghasilkan pekerja-pekerja sosial profesional, yang menjadi salah satu SDM Kesejahteraan Sosial utama," katranya.
STKS Bandung, yang memiliki tugas fungsi dalam penyelenggaraan pendidikan pekerjaan sosial, telah memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan pekerjaan sosial di Indonesia pada umumnya, dan dilingkungan Kementerian Sosial RI pada khususnya.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan berpegang teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, STKS mencetak pekerja-pekerja sosial profesional yang telah berkiprah di berbagai lini pelayanan sosial, baik di lingkungan Kementerian Sosial maupun Kementerian dan Lembaga lainnya, NGO, Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota, Organisasi Kemasyarakatan, TNI/ Polri, bahkan sukses menjadi kepala daerah di beberapa wilayah di Indonesia.
"Pada Dies Natalis STKS ke 53, STKS semakin memantapkan dirinya untuk menjadi centre of excelent dan menuju world class university yang dilandasi nilai-nilai kearifan, serta keunggulan lokal, dan mampu menghasilkan (outcomes) sarjana terapan pekerjaan sosial yang berkarakter dan berjati diri Indonesia," katanya.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Datang ke KPK, Gus Ipul Jelaskan Alasannya Pakai Mobil Listrik RI 27
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini