Suara.com - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa banyak anak buahnya di Kabinet Kerja yang merupakan lulusan Universitas Indonesia. Para menteri di bidang ekonomi misalnya, rata-rata berasal dari UI, di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil.
"Terima kasih sebesar-besarnya kepada UI, sebab UI penyumbang terbanyak di Kabinet Kerja. Sampai saat ini ada enam alumni UI yang membantu saya di Kabinet Kerja," kata Jokowi dalam sambutan di Dies Natalis ke-68 UI dan Peresmian Forum Kebangsaan UI, di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).
Selain empat nama di atas, ada juga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, serta Menko PMK Puan Maharani yang juga alumni UI. Kepala Staf Presiden Moeldoko juga lulusan S3 dari UI. Belum lagi ada Staf Khusus Presiden, seperti Sukardi Rinakit dan Johan Budi SP, yang juga lulusan UI.
"Ini menunjukkan UI itu gudangnya orang-orang pintar, UI itu sumbernya pejuang pembangunan, dan UI sumber inspirasi serta energi untuk satu tujuan Indonesia yang maju," ujar Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini lantas menyampaikan, pemerintah saat ini tengah membangun infrastruktur di berbagai daerah dalam rangka pemerataan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Di antaranya adalah dengan membangun jalan, jembatan, tol laut, pelabuhan, airport, hingga listrik hingga ke daerah-daerah pelosok negeri.
Di wilayah timur Indonesia seperti di Papua misalnya, menurut Jokowi, kini pemerintah pun tengah gencar menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, selama ini di sana akses jalan sulit, bahkan untuk menempuh perjalanan darat sejauh 200 kilometer saja butuh waktu dua hari.
"Itulah kenapa Trans Papua kita bangun, untuk membuka isolasi, untuk buka kawasan-kawasan terpencil di Papua," kata dia.
Jokowi menambahkan, pembangunan infrastruktur juga ditujukan untuk menunjang perekonomian di daerah, sehingga bangsa dan negara tidak ketinggalan dalam kompetisi global.
"Untuk membangun Indonesia maju, butuh SDM yang unggul dan andal. Di satu sisi membantu masalah-masalah mendasar, tapi di sisi lain butuh SDM yang mampu memenangkan kompetisi global," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral
-
MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga
-
Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala
-
Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya
-
Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster
-
Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal
-
Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun