Suara.com - Laki-laki misterius tewas dikeroyok warga, karena diduga mencuri burung dan ayam di perkampungan Kranggot, RT2/RW4 kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Banten.
Peristiwa main hakim sendiri itu terjadi pada Selasa (13/3/2018) dini hari. Tak ditemukan satu pun dokumen identitas pada mayat lelaki tersebut.
Kasat Reskrim Polres Cilegon Ajun Komisaris Dadi Perdana Putra mengatakan, sudah lima orang saksi diperiksa dalam kasus tersebut.
“Masih pemeriksaan, kami dalami dulu,” kata Dadi, saat dikonfirmasi Bantenhits.com—jaringan Suara.com, Rabu (14/3/2018).
Dadi mengatakan, polisi menyita satu pipa besi dan gerobak setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Gerobak tempat diletakannya korban, kemudian ada seekor burung dan ayam di dalamnya,” ujarnya.
Namun, polisi belum bisa memastikan, luka pada sekujur tubuh pria tersebut disebabkan oleh golok atau pisau.
“Itu masih kami cari, apa golok, pisau atau kapak kita belum tahu,” tandasnya.
Paur Humas Polres Cilegon Ipda Sigit Darmawan mengatakan, kisah itu berawal dari kecurigaan warga bernama Herman, yang melihat gerak-gerik lelaki berusia sekitar 30 tahun itu.
Baca Juga: Jawa Barat Sumbang 186.822 Unit Program Sejuta Rumah
Herman menduga, lelaki misterius itu tengah mencari kesempatan untuk mencuri burung dan ayam miliknya.
“Pas mau ke pasar, pemilik rumah melihat kamera penginta (CCTV),” ujar Sigit.
Merasa rumahnya disatroni pencuri, Herman memberitahukan kepada warga yang sedang meronda.
“Pemilik rumah memberitahukan kejadian itu kepada warga sambil berteriak ‘ada maling ada maling’,” tuturnya.
Tak butuh waktu lama, warga berhasil menangkap pria tersebut. Tanpa basa basi, warga langsung menghajarnya hingga tewas di lokasi, dengan luka bacok di sejumlah bagian tubuh.
Sigit menambahkan, guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah lelaki itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Panggung Rawi Cilegon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor