Suara.com - Nenek Candri Widarta telah merampungkan pemeriksaan terkait kasus dugaan penganiayaan dan penelantaran anak-anak asuhnya. Sebanyak 21 pertanyaan dilontarkan penyidik kepada perempuan berusia 60 tahun itu.
"Kurang lebih sekitar 21 pertanyaan. Materi seputar tentang anak," kata salah satu pengacara Candri, Thomas Edison usai mendampingi pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (19/3/2018).
Thomas menambahkan, dirinya telah memberikan dokumen yang berkaitan dengan hak asuh anak kepada penyidik. Dokumen itu berisi kesepakatan penyerahan anak-anak dari masing-masing orangtua kandung.
"Ada surat penyerahan anak ke ibu, ada. Kita berikan semua ke penyidik," katanya.
Namun, Thomas enggan menjawab saat disingggung apakah penyerahan anak asuh itu juga dilengkapi dengan dokumen dari pemerintah. Dia hanya menyampaikan, seluruh dokumen yang berkaitan dengan anak-anak asuhnya sudah diberikan kepada polisi.
"Yang pasti hari ini saya sampaikan ktia memberikan dokumen anak-anak ini. Saya tidak ingat apa-apanya. Saya sudah sampaikan," katanya.
Sementara itu, Candri juga mengaku bila salah satu orangtua kandung juga telah dihadirkan untuk memberikan keterangan saat dirinya diperiksa sebagai terlapor dalam kasus tersebut.
Namun, Candri tak menjelaskan secara rinci soal kesaksian yang disampaikan salah satu orangtua kandung saat dihadirkan sebagai saksi. Dia juga tak mau mengungkap identitas pihak keluarga dari salah satu anak asuhnya itu.
"Saksi ibu kandungnya salah satu anak datang ke sini, membawa anak kecil, yang sudah pulang duluan," kata dia.
Baca Juga: Bukan Kebakaran, Ini Penyebab Kepulan Asap di Gedung DPR
"Salah satu anak yang tidak mau disebutkan, dan dia sudah kawin benar," katanya.
Ini merupakan pemeriksaan kedua dijalani Candri. Sebelumnya, Candri telah dimintai keterangan sebagai terlapor di Polda Metro Jaya pada Jumat (16/3/2018).
Sebelumnya, polisi menemukan lima anak yang diduga menjadi korban penelantaran dan penganiayaan di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat pada Rabu (28/2/2018). Kelima anak tersebut merupakan anak angkat Candri. Mereka adalah FA (13), RW (14), OW (13), TW (8), dan EW (10).
Candri sudah bertahun-tahun tinggal bersama lima asuhnya di sejumlah hotel di Jakarta. Namun, kelima anak itu diduga kerap menerima penganiayaan dari perempuan paruh baya tersebut.
Polisi juga sempat menangkap Candri. Namun, hingga kini, status perempuan itu belum ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus ini sendiri mencuat ketika salah satu anak berinisial FA, kabur pada April 2017 lantaran tak kuat dengan pola asuh Candri. Selama dalam pelarian, FA tinggal bersama seorang perempuan bernama Yohana.
Berita Terkait
-
Geger Anggota TNI Rusak Warung di Kemayoran, Ternyata Ini Pemicu di Baliknya
-
Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta
-
Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali
-
Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan
-
Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI
-
Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan
-
Detik-detik 9 WNI Ditodong Senjata Tentara Israel, Benjamin Netanyahu Buka Suara
-
Revisi UU HAM Bakal Siapkan Dana Abadi, Wamen HAM Tegaskan Bukan Alat Kontrol Organisasi Sipil
-
Istana Ungkap Alasan Prabowo Hadiri Paripurna DPR pada Hari Kebangkitan Nasional
-
Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung
-
Prabowo Bakal Sampaikan Langsung KEM-PPKF 2027 di DPR Besok, Dasco: Mungkin Ini Baru Pertama Kali
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia