News / Nasional
Rabu, 04 April 2018 | 07:58 WIB
Wakil Sekertaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji. (suara.com/Lili Handayani)

Suara.com - Wasekjen DPP Partai Golkar Sarmuji membenarkan saat ini pihaknya tengah membujuk Mahyudin untuk mundur dari kursi pimpinan MPR.

Nantinya, sesuai hasil rapat pleno fraksi Golkar pada minggu lalu, sebagian besar anggota menginginkan Siti Hediati alias Titiek Soeharto menjadi pimpinan MPR. Partai Golkar telah membentuk tim guna membicarakan pergantian tersebut.

"Itu sampai sekarang sebenarnya kita ada yang ditugaskan untuk menemui Pak Mahyudin, berbicara dari hati ke hati," ujar Sarmuji di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).

Dia menegaskan jika partainya telah mempunyai pertimbangan dalam mengambil keputusan pergantian tersebut.

Salah satu pertimbangan tersebut ialah partainya menginginkan satu bentuk representasi kaum perempuan di tubuh pimpinan MPR.

Lantaran, ujar dia, diantara pimpinan lembaga tinggi negara, sekarang ini tidak ada satupun kaum perempuan.

Selain itu, Sarmuji tidak memungkiri jika partainya masih memiliki pendukung sisa-sisa orde baru. Dan itu dibutuhkan partai Golkar sebagai bentuk differensiasi.

"Dengan tampilnya Mbak Titiek ke panggung yang lebih luas, diharapkan mereka (pendukung orba) lebih solid ke partai Golkar," ujarnya.

Ia pun berharap Mahyudin bisa mengerti alasan strategis partai untuk menggantinya dengan Titiek.

"Tentu ini butuh proses dan butuh waktu, kita tunggu saja ini mudah-mudahan pada masa sidang berikutnya untuk menentukan. Mudah-mudahan Pak Mahyudin bisa mengerti kebijakan partai yang sudah diambil," pungkasnya.

Load More