Suara.com - Sepintar-pintar menyimpan bangkai pasti akan tercium juga baunya. Demikianlah peribahasa bagi dua penjual miras oplosan di Kecamatan Benda, Tangerang, Banten.
Berbagai macam upaya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan menjual minuman haram tersebut. Salah satunya Fapu (24). Untuk mengelabuhi aparat kepolisian Polsek Benda Tangerang yang tengah menggelar razia. Fapu sampai rela menggali sebuah ruangan diwarungnya untuk menyembunyikan dagangannya.
"Kami amankan belasan kardus dan botol miras oplosan dari sebuah ruangan dibawah tanah yang memang sengaja dibuat untuk menyembunyikan dagangannya," ungkap Kapolsek Benda Ubaidillah, Rabu (4/4/2018).
Beda cerita dengan Ahfa (25) Salah seorang pemilik warung kelontong di Kecamatan Benda, Kota Tangerang lari terbirit-birit sembari membawa dagangannya berupa miras oplosan, saat pihak kepolisian Polsek Benda menggelar razia.
Alhasil belasan botol miras oplosan yang bakal dijual ke segala kalangan termasuk pelajar ini, berhamburan dijalan lantaran berusaha meloloskan diri dari sergapan polisi.
Kapolsek Benda Kompol Ubaidillah mengatakan, Kendati hasil dari operasi yang dilakukan pihak kepolisian ini tidak 'Wah' namun ini dilakukan guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat menenggak miras oplosan.
"Mungkin pemiliknya panik dan berusaha mengamankan barang dagangannya sehingga ada yang sampai jatuh dan kita amankan Sebanyak 142 botol miras oplosan," kata Kompol Ubaidillah.
Ubaidillah menjelaskan, ada 2 warung kelontong yang terjaring dalam razia yang dipimpinnya. Warung-warung tersebut kedapatan menjual miras dalam beragam jenis.
"Razia kami gelar di sepanjang Jalan Husen Sastranegara hingga Jalan Raya Perancis. Warung dan penjual jamu kami geledah, hasilnya kami temukan botol miras di dua lokasi," ungkapnya.
Selain menyita ratusan botol miras, lanjut Ubaidillah, pihaknya juga membawa pemilik warung yang kedapatan menjual miras untuk dimintai keterangannya.
"Pemilik warung kami data dan diminta untuk tidak kembali menjual miras kembali," pungkasnya. (Anggy Muda)
Berita Terkait
-
Sisi Gelap Piala Dunia 2026, NYPD Siaga Hadapi Lonjakan Perdagangan Seks
-
Polisi Amankan 69 Orang di Eks Hotel Sultan, Sebut Massa yang Dimobilisasi
-
Irjen Herry Heryawan Dorong Konsep Green Policing, Polisi Disebut Penjaga Peradaban
-
Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?
-
Evaluasi Barikade Demonstrasi: Belajar Merawat Demokrasi dari Korea Selatan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno