Suara.com - Polres Metro Tangerang Kota menangkap AG (53), IS (31), FF (38), dan R (53), tersangka penipuan dengan modus menggandakan uang.
Wakapolrestro Tangerang Kota, AKBP Harley Silalahi mengatakan, sekira awal Januari 2018, korban bernama Joko Dwi Sasongko diperkenalkan oleh saksi bernama Sopian kepada tersangka IS dan R.
“IS sendiri dan R tugasnya untuk mencari korban. Dia bilang ke korban kalau dia sukses menggandakan uang oleh tersangka AG,” kata Harley kepada awak media di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (4/4/2018).
IS dan R lalu mengajak korban untuk bertemu dengan tersangka AG di salah satu restoran kawasan Kota Tangerang untuk mempraktekan penggandaan uang.
“Caranya korban memindahkan kendaraan dan kaca jendela dibuka sedikit, selanjutnya korban dan tersangka AG memutari mobil sebanyak tiga kali, nah saat itu AG memasukan amplop empat lembar berisi uang Rp 100 ribu,” kata Harley.
Korban pun tertarik, sehingga pada pertengahan Januari 2018, korban menyiapkan uang sebesar Rp 500 juta untuk digandakan. Kemudian, korban bertemu kembali dengan AG di kawasan Kota Tangerang.
“Korban seperti dihipnotis, jadi dia ditepuk pundaknya oleh tersangka dan berangkat menuju ke hotel daerah Puncak, Cipanas untuk menggandakan uang,” papar Harley.
Sampai di hotel, korban disuruh menunggu di luar oleh tersangka AG dengan dalih ia ingin melakukan ritual terlebih dahulu. Korban pun menuruti perintah AG.
Saat sudah diperbolehkan masuk ke dalam, korban dikasih kopi dan teh yang sudah dicampur dengan pil diazepam oleh tersangka sebelumnya. Karena korban tidak mengetahui, kopi dan teh tersebut pun habis diminum korban. Alhasil, korban mengantuk dan tertidur.
Baca Juga: Dukun Pengganda Uang Diduga Lakukan Pembunuhan Berantai
“Saat tidur, para tersangka menggasak uang Rp 500 juta di dalam mobil korban dan melarikan diri,” ujar Harley.
Harley melanjutkan, uang dari hasil kejahatan itu dipakai oleh tersangka untuk membayar hutang dan membeli satu unit mobil Toyota Rush. Tersangka sendiri mengaku baru melakukan aksi penipuan tersebut satu kali. Ia mengiming-imingi korban menggandakan uang sampai Rp 1 miliar.
“Sisa uang tinggal Rp 135 juta,” tandas Harley.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. [Anggi Muda]
Berita Terkait
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Waspada! Ini Penipuan yang Sering Muncul di Transaksi Digital
-
Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar
-
BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum