Suara.com - Unit Resmob Polrestabes Surabaya menembak mati penjahat spesialis pembobolan brankas rumah mewah. Dia ditembak mati di Osowilangun karena malawan anggota dengan sebilah senjata tajam.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan didampingi Kasatreskrim, AKBP Sudamiran, Kanit Resmob Iptu Bima Sakti dan dua Kasubnit Resmob Iptu Irwan Nugroho dan Iptu Agus Suprayogi menjelaskan, satu dari lima penjahat teepaksa ditembak mati karena melawan.
"Total kelompok ini kami tangkap 5 orang. Salah satunya ini yang terpaksa kami beri tindakan tegas karena melawan perugas dengan senjata tajam," jelas Rudi Setiawan, Kamis malam (5/4/2018).
Dijelaskan Rudi, komplotan penjahat spesialis rumah yang ditinggal pemiliknya atau rumah kosong biasanya beraksi antara Sabtu dan Minggu sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 Wib.
"Komplotan ini biasanya memanfaatkan hari libur. Sudah ada 8 TKP yang menjadi sasaran mereka," tegas Rudi.
Rudi juga menyatakan, Mulyadi Cs merupakan penjahat sadis yang kerap menyakiti korbannya jika korbannya melawan. Kelompok ini juga merupakan kelompok antar kota.
"Untuk detailnya akan kami sampaikan besok. Saat ini kami masih menginterogasi komplotannya yang berhasil kami tangkap hidup-hidup," tandas Rudi.
Penjahat yang ditembak mati, kini tengah berada di Kamar Mayat Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Sekitar pukul 21.30 Wib, jenazah diantar polisi dengan menggunakan mobil Honda Mobilio hitam W 1324 YV. (Achmad Ali)
Baca Juga: Jasad Supir Gocar Tinggal Tulang, Pelaku Perampokan Ditembak Mati
Berita Terkait
-
Detik-detik Pensiunan TNI AL di Lebak Bulus Dibunuh saat Mengaji
-
Penyanderaan Berdarah Lebak Bulus, Ini Kesaksian Istri Korban
-
Korban Tewas Penyanderaan di Lebak Bulus Purnawirawan TNI AL
-
Penyanderaan Lebak Bulus, Kakek Hunaedi Dibunuh saat Salat Magrib
-
Diduga Dirampok, Pria Tua di Lebak Bulus Tewas Kehabisan Darah
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?