Suara.com - Aparat Satlantas Polres Tangerang Selatan masih menelusuri kasus tewasnya satrawan Danarto setelah ditabrak pengendara sepeda motor bernama Surya Lesmana (20).
Selain menindaklanjuti kasus kecelakaan tersebut, polisi juga membantu proses pengantaran jenazah Danarto ke Sragen, Jawa Tengah untuk dimakamkan.
"Kasus kecelakaan masih tahap lidik, semalam fokus untuk pengeluaran jenazahnya dulu agar dapat segera diantar pulang ke Sragen," kata Kanit Laka Satlantas Polres Tangerang Selatan Ipda Yoga saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (11/4/2018).
Menurut Yoga, polisi masih memeriksa Surya usai ditangkap terkait kecelakaan yang menimpa Danarto.
"Sementara (pelaku) masih diperiksa," kata dia.
Yoga juga menyampaikan, polisi juga masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk menentukan status pelaku saat dilakukan gelar perkara.
"Masih kita kumpulkan beberapa saksi lagi agar (konstruksi hukumnya) lebih kuat," katanya.
Lebih lanjut, Yoga menambahkan, polisi juga akan mencocokan keterangan saksi dengan hasil olah TKP. Hal itu, kata dia, untuk mengetahui kecepatan sepeda motor Surya saat menabrak Danarto.
"Kita masih kumpulkan keterangan saksi dulu, nanti selanjutnya dicocokkan dengan olah TKP," kata dia.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi saat Danarto menyebrang di Jalan Ir. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (10/4/2018) siang.
Di saat bersamaan, Surya yang mengendarai sepeda motor matic tiba-tiba menghantam korban. Awalnya pemuda tersebut berkendara dari arah Polsek Ciputat menuju ke arah Lebak Bulus.
Akibat kecelakaan itu, Danarto mengalami luka di bagian kepala.
Korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Universitas Islam Negeri, Jakarta. Namun, ketika dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Danarto dinyatakan meninggal dunia.
Berita Terkait
-
4 Orang Tewas di Penembakan Siswa di Sekolah Katolik Filipina, 9 Orang Luka
-
Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia Akibat Terlindas Truk di Flyover Kranji Bekasi
-
Korban Tewas Gempa Kolombia Tembus 180 Jiwa, 200 Orang Hilang dan Korban Luka 2.600 Pasien
-
Belum 24 Jam, Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Tembus 132 Jiwa, Ratusan Orang Terluka Parah
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari