Menurut peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Tiongkok tahun 2001, program bayi tabung dilarang kalau tak mengikuti etika dan program keluarga berencana.
Dengan kata lain, embrio milik Shen dan Liu itu tak bisa ditransplantasikan karena mereka sudah meninggal dunia dan tak masuk program keluarga berencana.
Karenanya, orang tua pasutri itu terpaksa harus sembunyi-sembunyi mencari agen bayi tabung di luar negeri.
“Aku telah menghubungi puluhan agen bayi tabung, sebelum bertemu Lui Baojun, yang menjalankan agensi transplasi embrio di Laos,” terang Shen Xinnan.
Atas saran Liu, Shen memilih sebuah rumah sakit di Laos untuk menerima embrio dan ditransplasikan ke rahim seorang perempuan yang mau dibayar.
Komersialisasi rahim perempuan untuk program bayi tabung di Laos adalah tindakan legal. Akhirnya, setelah dihadapkan pada 20 perempuan yang bersedia menjadi induk semang embrio, mereka memilih salah satunya.
Pada 9 Desember 2017, embrio mendiang pasutri itu benar-benar terlahir dari rahim perempuan Laos. Embrio itu terlahir di Rumah Sakit Guangzhou, Provinsi Guangdong, selatan Tiongkok.
Kedua neneknya bersepakat menamakan bayi laki-laki yang lahir setelah 4 tahun orang tuanya meninggal itu sebagai “Tiantian”. Secara harfiah, “Tiantian” berarti “manis”.
“Tiantian ditakdirkan terlahir sedih dan penuh perjuangan di dunia. Dia tak memunyai orang tua. Tapi, kami akan mengatakan kebenaran itu kepadanya, suatu hari nanti. Agar dia tahu, bahwa dia datang dengan kesedihan di dunia, tapi membuat semua bahagia atas kehidupannya,” tandasnya.
Baca Juga: Bareskrim Periksa Facebook Pekan Depan
Berita Terkait
-
'Perang Dagang' AS-Tiongkok, Ini Prediksi Imbasnya ke Indonesia
-
Xi Jinping Diizinkan Jadi Presiden Tiongkok Seumur Hidup
-
Dianggap Buddha Hidup, Presiden Tiongkok Kini Dipuja sebagai Dewa
-
PR Sekolah Belum Kelar, Siswi SD Terjun dari Lantai 15 Apartemen
-
Menkes Zimbabwe Protes: Ukuran Kondom Tiongkok Terlampau Kecil
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN