Suara.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Semampir Surabaya memburu empat remaja yang diduga pelaku pemerkosaan terhadap seorang gadis berinisial NH. NH ditemukan warga dalam kondisi pingsan dengan setengah telanjang terbungkus tikar, Rabu (11/4/2018).
Butuh waktu dua hari bagi gadis berusia 16 tahun itu untuk siuman dan memulihkan kondisinya. Setelah ditemukan, gadis itu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara oleh petugas kepolisian setempat.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Semampir Ajun Komisaris Polisi Junaidi mengatakan telah mengantongi identitas empat pelaku yang diduga memperkosa gadis asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ini.
"Salah satu pelakunya berinisial YS adalah pacar korban," katanya.
Diperoleh informasi korban NH yang tercatat sebagai santriwati di sebuah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dia ditemukan tak sadarkan diri di kawasan Sidotopo Surabaya, setelah dicekoki minuman keras oleh sang pacar.
"Sebelumnya sempat pergi ke diskotek. Lalu kemudian berpesta minuman keras di sebuah tempat pemakaman umum di kawasan Sidotopo bersama tiga orang lelaki lainnya, kawan YS, yang tidak dikenal oleh korban," ujar Junaidi.
Polisi telah menyisir lokasi pemakaman umum yang dimaksud namun gagal menemukan barang bukti bekas botol minuman keras.
"Bisa jadi sudah dibersihkan atau dibawa oleh para pelaku untuk menghilangkan jejak," katanya.
Polisi telah mengantongi identitas keempat remaja tersebut, setelah mendatangi rumah YS berdasarkan petunjuk yang diberikan korban.
Baca Juga: Lelucon Perkosaan Duterte Dikritik karena Sudah Kelewatan
"YS kemungkinan sudah tahu kalau sedang diburu polisi. Saat kami datangi rumahnya, dia tidak ada," ujarnya.
Selain terus memburu para pelaku, polisi juga masih berupaya memulihkan kondisi korban.
"Hasil visum Tim Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya menemukan luka akibat paksaan pada alat kelamin korban. Kondisi korban saat ini terlihat 'shock'. Kami telah bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk memulihkan rasa traumanya," ucap Junaidi. (Antara)
Berita Terkait
-
Warga Bekasi Ditangkap karena Telanjangi Dua Bocah Pencuri Jaket
-
Nyeleneh, Jasa Bersih-Bersih Rumah Dilakukan Sambil Telanjang
-
Lantai 13 Tunjungan Plaza Kebakaran, Ada Warga Tewas Terjatuh
-
Santri Tewas Ditusuk Pemotor Ngamuk, Lainnya Luka Sabetan Pisau
-
Tak Perlu Uang, Naik Bus di Surabaya Cukup Bayar Pakai Sampah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga
-
Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai