Suara.com - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, tahun ini menganggarkan Rp13 miliar untuk bantuan biaya pendidikan (beasiswa) khusus mahasiswa tingkat sarjana, magister, dan doktor di Perguruan Tinggi di Jabar. Adapun besarannya untuk sarjana adalah Rp6 juta, magister Rp14 juta, dan doktor sebesar Rp16 juta.
Beasiswa hanya untuk diantaranya mahasiswa asal Jabar yang menunjukan KTP dan Kartu Keluarga, dan sudah aktif kuliah di perguruan tinggi di Jabar.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum (PMU) Dinas Pendidikan Jabar, Yesa Saewedi, mengatakan, program ini merupakan beasiswa tahunan yang didistribusikan melalui perguruan tinggi.
“Nanti kita distribusikan beasiswa tersebut kepada perguruan tinggi di Jawa Barat yang telah melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan Jabar. Jadi perguruan tinggi tersebut yang melakukan seleksi,” ujarnya, di Kantor Dinas Pendidikan Jabar, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Kota Bandung, Jumat (13/4/18).
Bantuan Biaya Pendidikan adalah program Pemerintah Provinsi Jabar berupa pemberian bantuan bagi mahasiswa pada Perguruan Tinggi Negeri/Swasta Provinsi Jabar sebagai lembaga penerima pada tahun akademik 2018/2019.
Yesa mengatakan, tahun ini terdapat 93 perguruan tinggi yang melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Jabar untuk mendistribusikan beasiswa. Seleksi dilakukan oleh perguruan tinggi dengan berkas yang ditunjukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jabar.
“Untuk kuotanya belum ditetapkan. Ini sedang kita petakan sesuai dengan anggaran yang disediakan oleh pemprov,” jelas Yesa.
Program Hibah
Sementara itu, Kasi Pengawasan Pendidikan KCD XIII, Hendra Sudrajat mengatakan, Bantuan Biaya Pendidikan Provinsi Jabar (beasiswa pemprov) merupakan program hibah yang disalurkan melalui lembaga perguruan tinggi. Jika dulu beasiswa ditunjukan khusus untuk mahasiswa tingkat akhir, tahun ini beasiswa bersifat umum.
“Tahun ini beasiswa diperuntukan untuk pendidikan, baik untuk tugas akhir, maupun mahasiswa lainnya,” ujar Hendra, saat dihubungi via telepon.
Untuk informasi selanjutnya,akan disampaikan melalui website dan media sosial resmi Dinas Pendidikan Jabar.
Berita Terkait
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Apakah SNBP Itu Beasiswa? Cek Penjelasan Lengkapnya Supaya Tidak Kaget
-
Apakah Lolos SNBP Tetap Bayar Uang Semester atau Dapat Beasiswa Full?
-
2 Cara Cek NISN Online untuk Pencairan PIP dan Validasi Data Siswa
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat