Suara.com - Seorang wanita berinisial SP ditangkap polisi lantaran melakukan penipuan dan penggelapan uang berkedok investasi telur ayam negeri bernilai miliaran rupiah di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto mengatakan kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari para korbannya yang merupakan distributor telur di wilayah Kota Bogor.
"Awalnya ada laporan dari salah satu distributor telur yang merasa ditipu karena sudah investasi miliaran kepada pelaku tetapi telur ayam yang dijanjikan hanya dikirim setengahnya," kata Didik, Rabu (25/4/2018).
Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap pelaku SP di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kepada polisi, SP mengaku menjalankan aksi penipuannya berkedok supplier telur ayam negeri.
"Pelaku dulunya pernah jadi pedagang telur tapi kolaps. Kemudian dengan relasinya, pelaku membeli telur dari supplier di Jakarta dengan harga normal untuk dijual ke distributor di Jabodetabek," jelas Didik.
Namun ketika menjual kembali kepada distributor, pelaku menjual telurnya jauh lebih murah dari harga pasaran. Hal tersebut lah yang membuat para distributor tertarik untuk membeli telur dari pelaku.
"Dari situ, pelaku beraksinya. Kepada distributor, SP mengaku stok telurnya indent, jadi harus investasi dulu. Akhirnya para distributor ini memberikan uang hingga ada yang mencapai Rp 1,5 miliar," paparnya.
Setelah 6 bulan berjalan, pengiriman telur ayam yang dijanjikan pelaku tidak sesuai dengan nilai uang yang telah diberikan. Karena merasa sudah ditipu, para distributor telur ini melapor ke Polresta Bogor Kota.
"Korbannya semua ada 14 orang, mereka distributor telur ayam negeri di wilayah Jabodetabek. Total kerugian mereka mencapai Rp 7,9 miliar. Pelaku mengaku menjalankan aksinya sendiri," ungkapnya.
Baca Juga: Kerugian Akibat Investasi Bodong 2007-2017 Rp106 Triliun
Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polresta Bogor Kota dan dijerat pasal Pasal 378 KUHP jo Pasal 372 KUHP Tentang Penipuan dan Penggelepan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.
"Pelaku masih kita mintai keterangan lebih lanjut untuk mengetahui uang hasil penipuannya digunakan untuk apa. Kami juga imbau jika ada yang merasa juga menjadi korban untuk melapor," tandasnya. [Rambiga]
Berita Terkait
-
Menperin Agus Gumiwang Tagih Realisasi Investasi Otomotif Rp 21,2 Triliun di GIIAS 2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Relokasi Pabrik Perusahaan Global Lagi Jadi Tren, Indonesia Punya Peluang Tarik Investasi
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor
-
5 Lipstik Wardah yang Cocok untuk Ombre, Bibir Lebih Pink dan Tahan Lama
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma