"Pembuluh darahnya pecah karena dehidrasi. Dia terseret massa saat ikut mengantre mendapat sembako gratis di Monas, Sabtu pekan lalu,” terangnya.
Kala itu, Djunaidi dan istrinya sempat seharian mencari Mahesa di kawasan Monas. Persisnya, sejak Akmal—bocah sohib Mahesa yang ikut ke Monas—datang ke rumah untuk menanyakan keberadaan anaknya yang biasa disapa “Sosis” itu.
Sabtu sore hingga malam pukul 20.00 WIB, Djunaidi, istri, dan sejumlah keluarganya berpencar di segala penjuru Monas mencari keberadaan Mahesa.
Namun, upaya Djunaedi dan keluarga tak berbuah hasil. Alhasil, ia berinisiatif mencari sang istri di dekat bekas panggung pembagian sembako. Ia hendak pergi meninggalkan lokasi setelah menyerahkan nomor ponselnya ke panitia acara tersebut.
“Saya dan istri memutuskan keluar dari kawasan Monas, ke parkiran motor di Gambir. Tapi, ketika di sana, motor saya sudah tak ada. Saya kira dipindah juru parkir. Tapi, ketika saya bertanya, juru parkir bilang tidak memindahkan,” tuturnya.
Saat panik kehilangan motor, ponsel Djunaedi berdering. Panitia acara pembagian sembako maut itu ternyata meneleponnya.
“Dia bilang, ‘bapak masih di Monas?’ saya jawab masih, tapi motor saya hilang. Dia lalu menginformasikan Satpol PP menemukan anak yang ciri-cirinya mirip Mahesa. Saya akhirnya minta dijemput Satpol PP di parkiran, karena mereka bilang Mahesa sudah ada di RS Tarakan,” jelasnya.
Ketika Djunaedi sudah mendapat penjelasan perihal kematian sang anak, ia menegaskan tak mau mayat buah hatinya diautopsi.
“Sudah, saya sudah mengikhlaskannya. Karena yang terpenting, Mahesa sudah ditemukan.”
Baca Juga: Bujuk Griezmann Gabung Barcelona, Suarez: Dia akan Disambut
Pesan Terakhir
Sabtu pagi, pukul 08.30 WIB, Djunaidi tengah bersiap-siap di rumahnya untuk berangkat ke tempat kerja. Istrinya sudah lebih dulu berangkat.
Mahesa, putranya, masih ada di rumah. Ia memberikan sejumlah uang kepada sang anak, dan berpesan untuk tidak kemana-mana hari itu.
“Saya beri uang, ini untuk sarapan dan jajan. Saya pesankan, di rumah saja, tidak usah ke mana-mana hari ini,” tuturnya.
Namun, pesan tersebut ternyata tak diindahkan Mahesa. Sang anak mau mengikuti temannya, Akmal, untuk menukarkan kupon makanan dan sembako ke Tugu Monas.
"Ya namanya anak-anak. Ada keramaian, mereka sepakat untuk pergi ke sana. Dia berdua Akmal, sahabatnya. Biasanya anak saya tidak pernah pergi keluar rumah,” terangnya.
Berita Terkait
-
Ayah Ikhlas Mahesa Jadi Korban Tragedi Pembagian Sembako Monas
-
Ketua Panitia Sembako Maut Relawan Oke Oce? Ini Kata Sandiaga
-
Tragedi Pembagian Sembako Monas, Sandiaga Siap Diperiksa Polisi
-
Tragedi Pembagian Sembako Monas, Polisi Akan Panggil Sandiaga Uno
-
Di Bareskrim, Ibu Korban Tragedi Sembako Maut Pingsan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor