Suara.com - Wawan Kurniawan alias Abu Afif, narapidana kasus terorisme yang diduga menjadi provokator kerusuhan di rumah tahanan Salemba Cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
Meski mengalami luka tembak di bagian bahu kiri, Wawan masih bisa berkomunikasi.
"Bisa komunikasi," kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kombes Edi Purnomo kepada Suara.com saat ditemui di RS Polri, Kamis (10/5/2017).
Edi menyampaikan, tim dokter masih melakukan evaluasi dari hasil operasi yang dijalani Wawan di Instalasi Gawat Darurat. Kemungkinan, kata dia, Wawan akan menjalani rawat jalan di RS Polri.
"Nanti dilihat dievaluasi dulu. Kan baru, kita nggak tahu kan, biasanya 2x24 jam baru kita bisa lihat nanti, kan ada pemeriksaan laboratorium pemeriksaan rontgen. Observasi dulu," katanya.
Ketika tiba di RS Polri sekitar pukul 09.15 WIB, Wawan menumpang mobil ambulans Biddokes Polda Metro Jaya. Dalam perjalanan, Wawan mendapatkan pengawalan ketat anggota polisi bersenjata.
Saat diturunkan dari ambulans, Wawan menggunakan kursi roda. Tampak bagian kaki Wawan diborgol menggunakan tali ketika dibawa petugas menuju ruang perawatan.
Berita Terkait
-
Jenazah Alvaro Kiano Nugroho Diserahkan Kembali ke Keluarga
-
Tangis Keluarga Iringi Pemulangan Dua Jenazah Korban Kerusuhan di Kwitang
-
Pemilik Gedung ACC Kwitang Bicara Soal Penemuan Kerangka Reno dan Farhan, Kebakaran Jadi Penyebab?
-
RS Polri Pastikan 2 Kerangka Gosong di Gedung ACC Kwitang Korban Hilang Kerusuhan Agustus
-
Polda Undang Keluarga hingga KontraS Jumat Ini, 2 Kerangka Gosong di Gedung ACC Reno dan Farhan?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi