Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengaku belum mengetahui kabar soal dua orang terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Mapolda Sumatera Selatan. Pasalnya, kedua terduga teroris disebut-sebut didanai oleh salah seorang karyawan BUMN.
"Wah, saya belum tahu itu, terus terang saya belum dapat laporannya," ujar Rini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).
Kepada wartawan, Rini berjanji akan mempelajari hal ini lebih jauh. Ia menegaskan, jika laporan ini benar, karyawan BUMN yang terbukti bersalah akan mendapatkan sanksi berat.
"Kami benar-benar pelajari, dan itu memang satu hal yang sudah melanggar hukum, sudah bisa diproses," kata dia.
Sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan bahwa dua orang terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Mapolda Sumatera Selatan, diduga didanai karyawan BUMN di Pekanbaru. Dua terduga teroris berinisial AA dan HK itu sebelumnya ditangkap di Palembang, pada Senin (14/5/2018).
"Keduanya mengaku ke Palembang ini dapat dana dari seorang yang bekerja pada BUMN di Pekanbaru. Namun itu belum bisa kami jadikan fakta hukum, sebab saya tadi berkoordinasi dengan Mapolda Riau agar membantu penyelidikan dan kebenarannya," kata Irjen Pol Zulkarnain di Palembang, Selasa (15/5/2018).
Menurutnya, bukti-bukti pengakuan terduga masih ditelusuri, seperti pencarian bukti transfer jika memang mereka berdua didanai pihak lain.
Zulkarnain menjelaskan, kedua terduga teroris itu merupakan bagian dari sel tidur kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Polisi mensinyalir masih ada enam orang lagi kelompok JAD yang masih berkeliaran di wilayah Sumsel.
Berita Terkait
-
Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans
-
Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong
-
Tudingan Sesat Imigrasi AS, Sebut Wasit Omar Artan Terlibat Organisasi Teroris
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
7 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga
-
Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat